Equityworld Futures – Bareskrim Polri masih menelusuri kasus 177 WNI yang diberangkatkan haji lewat Filipina.

Polisi mengatakan, satu orang WNI mengeluarkan biaya hingga mencapai USD 10.000 atau sekitar Rp 131 juta.

“Informasinya sekitar 8.000 sampai 10.000 USD (biaya per orang)”

kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (22/8/2016).

Polri sendiri telah merilis 7 nama agen travel yang diduga memberangkatkan para WNI itu.

7 agen itu tidak memiliki izin usaha pemberangkatan haji.

Namun, Boy mengaku belum mengetahui sudah berapa kali 7 agen itu memberangkatkan haji sebelum peristiwa 177 WNI via Filipina ini. “Kami belum bisa sentuh agensi,” ujarnya.

“Bisa jadi nama-nama (agen) ini enggak jelas alamatnya, mungkin sifatnya mobile mencari calon jamaah haji, dibujuk rayu.

Jadi Mereka dapat uang calon jamaah, dia berangkatkan ke Filipina, lalu dia lengkapi dengan cara-cara seperti itu,” urainya.

Saat ini, lanjut Boy, penyidik Bareskrim telah melakukan pengumpulan fakta dan mengantongi bukti permulaan yang cukup terkait adanya dugaan tindak pidana dalam perkara ini.

Laporan polisi sebagai dasar untuk menyelidiki dan mencari bukti kasus ini lebih lanjut juga telah diterbitkan.

“Bareskrim proaktif cari bahan informasi, koordinasi dengan Imigrasi, komunikasi dengan senior oficer kita di Manila. Proses berjalan,” tuturnya.

“Bisa jadi nama-nama (agen) ini enggak jelas alamatnya, mungkin sifatnya mobile mencari calon jamaah haji, dibujuk rayu.
Jadi Mereka dapat uang calon jamaah, dia berangkatkan ke Filipina, lalu dia lengkapi dengan cara-cara seperti itu,” urainya.

Saat ini, lanjut Boy, penyidik Bareskrim telah melakukan pengumpulan fakta dan mengantongi bukti permulaan yang cukup terkait adanya dugaan tindak pidana dalam perkara ini.

Laporan polisi sebagai dasar untuk menyelidiki dan mencari bukti kasus ini lebih lanjut juga telah diterbitkan.

“Bareskrim proaktif cari bahan informasi, koordinasi dengan Imigrasi, komunikasi dengan senior oficer kita di Manila. Proses berjalan,” tuturnya.