Equityworld futures-Baghdad – Menteri Dalam Negeri Irak Mohammed Ghabban mengajukan pengunduran diri dari jabatannya.

Pengunduran diri ini terkait serangan bom bunuh diri yang menewaskan lebih dari 200 orang di Baghdad.

Pernyataan tersebut disampaikan Ghabban dalam jumpa pers di Baghdad seperti dilansir AFP, Rabu (6/7/2016). Dia menyerahkan wewenangnya kepada wakilnya hingga permohonan pengunduran dirinya dipertimbangkan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi.

“Pemerintah telah gagal mencipakan berbagai sistem keamanan dalam sebuah rencana terpadu di Baghdad,” kata Ghabban.

Pengunduran dirinya disebutnya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kemarahan publik yang menilai pemerintah gagal menjaga keamanan.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi juga dihujat habis oleh publik Irak karena dianggap tak mampu menjamin keamanan.

Al Ghabban sejak menjabat pada 2015 terus meminta pemerintah agar menyerahkan pengaturan keamanan di dalam kota hanya kepada Kementerian Dalam Negeri, namun permintaannya dikesampingkan.

Tanggung jawab pengamanan Irak dibagi oleh tentara, federal dan polisi setempat. Kementerian Dalam Negeri Irak sejauh ini bertanggung jawab pada kepolisian.

 

Sumber: Detik.com