11mar15Kalau Anda berpikir kesehatan yang baik butuh waktu lama untuk diraih, mungkin itu karena Anda belum pernah membaca ini. Sebenarnya kita bisa melakukan hal-hal sederhana dengan waktu 60 detik atau kurang, tapi berdampak besar bagi kesehatan.

“Sehat pada dasarnya adalah kumpulan pilihan yang kita buat setiap hari. Melakukan sesuatu yang bermanfaat jauh lebih penting daripada tidak sama sekali. Setiap hal kecil dihitung,” kata dokter integratif di Beth Israel Deaconess Medical Center in Boston, Aditi Nerurkar.

Kebiasaan sederhana seperti tersenyum untuk memperbaiki mood, berdiri dengan postur yang baik, atau mencuci tangan, sebenarnya bisa kita lakukan untuk hidup lebih sehat. Sebagai inspirasi, berikut adalah kebiasaan sehat lain yang perlu kita mulai:

1. Tinggalkan sepatu di pintu
Salah satu adat Jepang kuno yaitu menaruh sepatu di depan pintu rumah ternyata memiliki sensibilitas modern. Ritual ini menjadi wujud penghormatan terhadap kesucian rumah yang praktis dan cepat. Ini juga bisa menjadi cara Anda menjaga rumah tetap bersih dan bebas dari polutan luar rumah saat mondar-mandir di dalam ruangan.

Kebiasaan ini dapat mencegah semua hal yang buruk, mulai dari kotoran dan bebatuan hingga bahan kimia, serta potensi alergen memasuki rumah. Di samping itu, Anda juga akan merasa telah meninggalkan stres usai bekerja dan menandai bahwa Anda telah pulang.

2. Membersihkan lidah
Gigi yang bersih dan sehat dihasilkan dari kebiasaan  menggosok gigi secara benar dan teratur. Akan tetapi, menggosok lidah merupakan cara lain yang penting untuk menjaga kebersihan mulut Anda.

Bagian belakang lidah adalah tempat berkumpulnya bakteri dan kuman lainnya yang menyebabkan bau mulut. Usai membersihkan gigi, gosok dengan lembut bagian lidah dari ujung hingga pangkal. Melakukan ini setidaknya sekali dalam sehari mampu membersihkan bakteri penyebab plak dan partikel makanan di lidah, serta menyegarkan napas.

Namun perlu hati-hati bila Anda masih baru dalam membersihkan lidah. Bagian belakang lidah bisa menjadi titik sensitif yang memicu muntah. Seiring waktu Anda rutin membersihkan area itu, maka makin berkurang pula sensitivitasnya.

3. Bersin di lengan
Ketika Anda tidak punya tisu atau sapu tangan untuk menutup hidung dan mulut, cara terbaik bila ingin batuk atau bersin yaitu di lekukan siku atau lengan atas.

Intinya adalah hindari penggunaan tangan, yang kemungkinan tidak cukup bersih serta bisa menyebarkan kuman di sekitarnya. Menutupnya juga mencegah tetesan kuman tersebar di udara, yang tentunya dapat mengendap di permukaan tertentu dan menular kepada orang lain.

4. Tambahkan sesuatu pada air minum
Jika meminum air putih tampak membosankan, coba tambahkan beberapa iris lemon, jeruk nipis, atau jeruk di dalamnya. Bisa juga Anda menambah percikan warna dan rasa dari stroberi atau sedikit raspberi. Ingin lebih dari itu? Tambahkan daun mint, potongan kiwi atau timun dalam minuman Anda.

Campuran menyegarkan tersebut bisa meningkatkan rasa dan lebih baik efeknya daripada minuman manis yang justru membuat Anda kekurangan cairan.

5. Istirahatkan mata
Banyak pekerja dan pelajar menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar komputer, ditambah dengan kombinasi silau, salah postur, dan pencahayaan yang buruk bisa memicu ketegangan mata dan sakit kepala. Kondisi tersebut dikenal dengan ‘sindrom mata komputer’, yang biasanya reda setelah selesai menggunakan komputer.

Untuk melindungi mata dari layar, atur waktu rutin untuk beristirahat sejenak. Ahli kesehatan mata merekomendasikan aturan ’20-20-20′. Maksudnya adalah tiap 20 menit menatap layar komputer, palingkan mata Anda dari layar selama 20 detik dengan menatap sesuatu berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter).

Memberikan waktu istirahat untuk mata dapat membuatnya fokus terhadap hal lain, serta mengurangi kelelahan. Akan lebih baik juga bila Anda berdiri, lalu mengangkat dan meregangkan tangan.  “Peregangan dapat melancarkan aliran darah serta menyegarkan tubuh dan pikiran,” jelasnya.

6. Memakai tabir surya
Sebuah penelitian menyarankan bahwa penggunaan tabir surya tiap hari memiliki dua tujuan, yaitu melindungi kulit dari tanda-tanda penuaan yang tampak dan mengurangi risiko terkena kanker kulit.

7. Menghitung sampai 10 atau lebih saat marah
Apabila ingin meredam emosi yang menumpuk di kepala, hitung angka hingga 10 dan ambil napas secara perlahan di tiap angka.

Berhitung dapat mengalihkan pikiran, yang membuat Anda menjauh dari emosi yang berasal dari orang atau situasi tertentu. Masih marah? Terus berhitung dan bernapas dalam-dalam sampai Anda merasa lebih tenang, lebih terkendali, dan sedikit reaktif.

Mengambil napas dalam-dalam dan perlahan membantu mengaktifkan sistem saraf dari fase respon sistem simpatik ‘fight or flight’ menuju respon sistem parasimpatetik ‘rest and digest’. Itu akan membuat Anda merasa lebih lembut dan rileks.

sumber:kompas