analis elnino emasChina dan India barangkali menjadi dua pasar utama untuk emas saat ini dan bisa menempatkan logam mulia pada posisi yang menariknya selama beberapa minggu ke depan.

Pasar negara berkembang telah menjadi fokus perdagangan saat ini karena kekhawatiran pertumbuhan ekonomi yang terus membebani harga emas dan komoditas lainnya. Awalnya anggapan bahwa perlambatan ekonomi di China akan mengarah pada langkah-langkah stimulus yang agresif sehingga pada akhirnya akan menguntungkan emas. Namun yang ada sekarang inflasi terus melemah bersama dengan prospek pertumbuhan, dan China sebagai pengimpor terbesar dari logam kuning tersebut mencatat penurunan permintaan emas secara signifikan. Bahkan sudah ada beberapa hal yang telah menjaga emas untuk tetap mengapung diatas termasuk program pelonggaran kuantitatif besar dari the Fed, program stimulus Jepang dan ketegangan Rusia/Ukraina.

Selain dari Jepang, semua faktor-faktor lain mulai menghilang dan menariknya, harga mulai dibawa emas kebawah. Sejak mencatat level tertingginya di bulan Maret lalu, emas telah kehilangan 10,3 % sampai saat ini dan terancam untuk turun lebih lanjut seiring focus para analis yang sekarang bergeser ke India.

Musim hujan yang mungkin akan tertunda

Terlepas dari hasil pemilihan umum di India baru-baru ini, tampaknya ada kepedulian yang nyata dari efek El Nino pada harga emas. Musim hujan (monsoon) telah lama dianggap sebagai periode yang signifikan untuk emas karena membantu meningkatkan permintaan emas dari wilayah pedesaan India. Para analis merasa bahwa musim hujan yang baik akan berkorelasi positif dengan kinerja harga emas karena akan terkait dengan hasil panen pertanian. Hasil panen yang lebih tinggi menyiratkan pendapatan yang lebih tinggi bagi para petani dan ini pada gilirannya akan mengangkat permintaan emas. Sebgai perspektif, daerah pertanian di pedesaan India memberi kontribusi sekitar 60 % untuk daya beli emas di Negara itu. Ketakutan terbaru adalah bahwa musim hujan tahun ini kemungkinan akan tertunda sekitar 2 minggu. Hal ini bisa mengancam untuk mempengaruhi permintaan emas begitupun dengan ketidak kejelasan tentang perubahan kebijakan pembatasan impor emas dari pemerintah India. Aturan kebijakan 80:20 akan sangat menarik, bersama dengan perubahan pembatasan lindung nilai.

Inflasi makanan bisa menjadi hal yang positif

Meskipun ada beberapa sorotan negatif yang bisa membebani harga emas dalam jangka pendek, ada juga beberapa hal potensi positif yang bisa dukungan untuk meminimalkan kerugian. Pertama ada risiko nyata dari inflasi makanan di Negara-negara emerging market. Ini bisa menjadi katalis kenaikan untuk untuk emas terutama di negara-negara seperti China. Pada saat yang sama bank sentral Eropa (ECB) bisa mengeluarkan program stimulus besar minggu ini dan jika mereka mengeluarkan paket stimulus yang komprehensif, maka ini bisa mendongkrak permintaan emas di dua sisi. Pertama emas akan naik pada potensi lonjakan aset berisiko dan kedua ancaman kenaikan inflasi di bagian belakang paket stimulus yang juga bisa mengangkat permintaan emas .

Karena itu, masih perlu berhati-hati pada logam mulia dalam waktu dekat karena dirasakan bahwa risikonya jauh lebih besar daripada peluang kenaikan. Dari perspektif action harga, lebih cenderung untuk jual emas ketika terjadi reli ke 1273 dalam jangka pendek.

Sumber : ig.com