11111111115Jika vendor smartphone Android OnePlus jadi berekspansi ke Indonesia, mereka akan berhadapan dengan berbagai pemain smartphone yang sudah lebih dulu hadir di sini. Vendor-vendor seperti Samsung, Sony, dan Lenovo telah memiliki basis pengguna yang cukup besar di Indonesia. Kemudian ada merek-merek yang sedang tumbuh pesat seperti Xiaomi atau Oppo. Tapi tak hanya itu, ada juga beberapa merek lokal, seperti Smartfren (Andromax), Evercoss, Mito, dan sebagainya, yang tak bisa diremehkan begitu saja. Tak jarang, perangkat-perangkat lokal menawarkan perangkat smartphone yang terjangkau dengan spesifikasi yang kian canggih. Contohnya, vendor Evercoss berani menjual smartphone Octa Core di kisaran harga Rp 2 jutaan. Menanggapi hal tersebut, Co-founder OnePlus, Carl Pei mengaku tidak takut jika harus bersaing dengan semua pemain di pasar smartphone Tanah Air. “Kami tidak terlalu khawatir dengan kompetitor, kami sudah tahu dari awal bahwa angka penjualan kami tidak akan bisa menyamai pemain-pemain besar dan kami tidak masalah dengan hal tersebut,” demikian tulis Pei dalam e-mailnya kepada KompasTekno, Jumat (12/12/2014). “Kami akan fokus membuat perangkat yang benar-benar diinginkan oleh pengguna kami,” imbuhnya. Saat disinggung soal model penjualan yang akan digunakan di Indonesia, Pei mengatakan OnePlus akan mencari strategi bersaing yang sesuai dengan pengguna mereka di Indonesia. Pei menyebut metode penjualan seperti di India menjadi rujukannya untuk berjualan di Indonesia. Di India sendiri, OnePlus saat ini bekerja sama dengan Amazon India untuk menyalurkan produknya, OnePlus One. “Bekerja sama dengan partner lokal, seperti yang kami lakukan di India, adalah salah satu kemungkinannya,” demikian kata Pei. Pengguna dulu, bisnis belakangan Bisnis model seperti itulah yang diakui oleh OnePlus menjadi salah satu andalan mereka untuk berkembang di negara-negara di luar Tiongkok. Pei mengaku fokus utama mereka saat ini adalah mengembangkan basis pengguna smartphone buatan OnePlus dan menyebarkan brand awareness di tengah pengguna. “Kami tidak terlalu fokus mencari uang dalam dua tahun pertama kami berdiri,” ujar Pei. OnePlus memang menjual perangkat OnePlus One mereka yang memiliki spesifikasi kelas atas dengan harga yang terjangkau. Perusahaan pun menurut Pei mencari revenue dari bisnis sampingan. Misi OnePlus dengan memberikan produk yang bernilai kepada penggunanya dikatakan oleh Pei bisa membantu menyebarkan teknologi ke lebih banyak pengguna di seluruh dunia.