Mengintip Realisasi Anggaran Pemerintah Jokowi Semester I-2016
Equityworld Futures

Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) semester I-2016 dilaporkan ke Badan Anggaran DPR.

Mewakili pihak pemerintah hadir Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Sofyan Djalil.

A. Asumsi makro

1) Pertumbuhan

Pertumbuhan ekonomi semester I-2016 diperkirakan sebesar 5% meskipun perdagangan internasional masih mengalami tekanan. Alasannya, di kuartal II-2016 pertumbuhan ekonomi didukung konsumsi dan investasi.

Konsumsi rumah tangga didorong konsumsi selama bulan puasa.
2) Inflasi
Namun inflasi Juni 2016 tergolong relatif lebih rendah dibandingkan inflasi pada bulan puasa tahun-tahun sebelumnya.

3) Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) rata-rata pada semester I-2016 13.420/US$. Pergerakan nilai tukar rupiah ini dipengaruhi beberapa faktor seperti perbaikan ekonomi AS yang dimanfaatkan dengan memperbaiki performa ekspor Indonesia ke AS dan second layers trade.

Sedangkan faktor domestik didukung oleh peningkatan kualitas infrastruktur yang berkontribusi positif terhadap kinerja transaksi berjalan dan perekonomian secara umum. Penguatan basis investor domestik.
4) Tingkat bunga SPN 3 bulan

Realisasi tingkat bunga SPN 3 bulan pada semester I-2016 sebesar 5,7%.

Ini terjadi karena derasnya arus modal masuk. Diharapkan tingkat bunga SPN 3 bulan bisa mendekati 5,5%.

5) Lifting minyak dan gas bumi

Realisasi lifting minya di semester I-2016 mencapai 817 ribu barel per hari.

Ini terjadi karena dukungan lapangan Banyu Urip yang telah beroperasi penuh.

6) ICP (Indonesian Crude Price)

Rata-rata harga ICP selama semester I-2016 sebesar US$ 36,5/barel. Ada potensi harga bisa lebih baik,

karena sekarang harga berkisar US$40-US$ 50 per barel.

B. Penerimaan dan Belanja

Realisasi anggaran semester I-2016 masih dalam defisit Rp 230,7 triliun atau 1,83%.

1) Penerimaan

Penerimaan negara baru Rp 634,7 triliun atau 35,5%, lebih rendah Rp 33 triliun dibandingkan semester I-2015 yang sebesar Rp 667,9 triliun (37,9%).

2) Belanja

Belanja negara di semester I-2016 mencapai Rp 865,4 triliun (41,5%), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 752,2 triliun (37,9%)