25martKOMPAS.com – Ada cerita menarik di balik laboratorium rahasia Apple untuk pengembangan jam pintar Apple Watch. Perusahaan asal California itu ternyata “membohongi” para pegawainya saat melakukan uji coba terkait jam tangan pintar itu.

Saat melakukan uji coba jam tangan pintar, Apple tidak memberitahukan kepada pegawai yang jadi objek percobaan.

Seperti yang dikutip KompasTekno dari ABCNews, Senin (23/3/2015), selama ini Apple memang terkenal ketat dalam menjaga rahasia produk buatannya, termasuk jam tangan pintar yang baru saja diumumkan.

Teknisi, manajer dan para pengembang aplikasi untuk Watch selama beberapa tahun ke belakang dianjurkan turut serta dalam kegiatan yoga, lari menggunakan treadmill, mendayung dan aktivitas kebugaran lainnya.

Mereka juga menggunakan topeng yang dapat mengukur perubahan pola nafas serta statistik lainnya. Namun, tidak satu pun mengetahui bahwa kegiatan tersebut bertujuan mengumpulkan data untuk Apple Watch.

“(Para pegawai) tahu bahwa mereka menguji sesuatu, tapi mereka tidak tahu bahwa produk itu adalah Apple Watch,” ujar Senior Vice President of Operations Apple Jeff Williams.

“Kami memasangkan topeng dan melakukan hal lainnya, tapi Apple Watch kami kemas dalam penyamaran,” imuhnya.

Selain mengumpulkan data langsung dari pengujian rahasia, Apple juga memanfaatkan kamar cuaca yang ada di dalam laboratorium Apple Watch. Kamar cuaca ini berfungsi untuk simulasi situasi cuaca dingin hingga cuaca panas.

Dalam dunia nyata, perubahan cuaca tersebut akan dirasakan ketika penggunanya berkunjung ke berbagai lokasi berbeda di seluruh dunia.

“Kami telah mengunjungi Alaska dan pergi ke Dubai untuk benar-benar menguji Apple Watch dalam lingkungan tersebut. Tapi kami juga berharap memilki lingkungan yang dapat dikendalikan di sini demi menguji batas kemampuannya,” terang Director of Fitness and Health Technologies Apple, Jay Blahnik.

Semakin lama digunakan, Apple Watch akan mengumpulkan lebih banyak data kesehatan. Seiring berjalannya waktu, klaim Blahnik. data tersebut akan jadi kekuatan besar di lini teknologi kebugaran.

“Saya pikir kami telah mengumpulkan salah satu data terbesar di dunia dalam hal kebugaran. Dalam visi kami, ini baru permulaan. Kami pikir masih ada yang bisa dilakukan dalam hal kebugaran ini, misalnya efek pada kesehatan,” terang Blahnik.