Jakarta -Produsen ponsel dunia, Apple punya uang tunai senilai Rp 2.639 triliun, atau hampir dua kali lipat cadangan devisa (cadev) Indonesia. Industri ponsel di Indonesia masih sulit untuk mengejar prestasi perusahaan tersebut, karena dinilai baru merintis.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, saat ini, sudah ada belasan produsen telepon seluler di Indonesia yang sudah mulai berproduksi. Hal itu pun sudah menjadi satu prestasi yang cukup baik. Untuk menyamai prestasi Apple tersebut, Saleh mengatakan itu hal yang tidak mudah.

“‎Mereka (industri ponsel dalam negeri) kan baru mulai. Tapi banyak juga industri ponsel kita sekarang,” tutur Saleh ditemui di sela acara Halal bi Halal di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (23/7/2015).

Dikatakan Saleh, meski begitu, pemerintah terus mendorong agar industri ini terus berkembang di dalam negeri. Salah satu langkahnya adalah dengan mengharuskan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk industri ponsel sebesar 30% di tahun 2017.

“Tapi kita optimistis harus selalu, agar produk kita juga mendunia, dan setara produk internasional,” tuturnya.

Salah satu alasan Apple bisa berkembang pesat menjadi salah satu merek ponsel yang paling diperhitungkan di dunia adalah karena memiliki jaringan yang luas. Salah satu kendala berkembangnya sebuah industri adalah membetuk suatu merek dagang yang punya jaringan luas.

“Mereka kan punya brand image, dan menguasai jaringan yang cukup luas. Membangun itu kan tidak mudah. Tapi kita optimistis,” tutupnya.

 

sumber : detik.com