Equityworld FuturesKetua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat menyebut lembaga yang dipimpinnya kini lebih seksi. Arief Hidayat: MK Sekarang Seksi

“Karena MK bukan hanya bidang politik, MK sekarang seksi, karena perkara yang masuk pengujian UU mulai dari A-Z kehidupan bernegara,” ucap Arief di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (13/3/2018).

 

Menurut Arief, kini banyak perkara di luar politik–seperti perselisihan pilkada–yang ditangani MK.

Arief pun menyebut para hakim konstitusi harus memiliki pengetahuan yang lebih untuk menangani perkara-perkara yang

berasal dari berbagai macam bidang.

“Ada perkara politik, ekonomi, peternakan, perikanan, sampai budaya dan agama, sehingga MK bisa men-drive ke arah mana

kehidupan bangsa Indonesia, sehingga hakimnya mesti memiliki kemampuan yang luar biasa,” ujar Arief.

Salah satu perkara yang pernah ditangani MK dan menjadi perhatian publik yaitu tentang cinta dengan rekan kerja satu kantor.

MK membolehkan para karyawan yang memiliki cinta dengan rekan kerjanya di kantor yang sama untuk menikah.

Menurut majelis, pernikahan tidak boleh dilarang oleh siapa pun, apalagi hanya karena masalah pekerjaan.

“Perkawinan adalah takdir yang tidak dapat direncanakan dan dielakkan oleh karena itu menjadikan sesuatu yang bersifat

takdir sebagai syarat untuk mengesampingkan pemenuhan HAM dalam hal ini hak atas pekerjaan serta hak untuk membentuk

keluarga, tidak dapat diterima sebagai alasan yang sah secara konstitusional sesuai dengan pasal 28 J UU 1945,” ujar hakim

konstitusi Aswanto dalam pertimbangannya di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (14/12/2017).