Equity World – Sudah sering sih saya membahas tentang asuransi, bahkan sampai menulis buku yang bikin geger dunia perasuransian.  Asuransi Term Life vs Whole Life

 

dengan judul Shocking Unitlink yang menelanjangi bagaimana konsep asuransi unitlink ‘bermain’.

Kalau unitlink sudah sering dibahas di mana-mana oleh banyak orang baik yang pro dan kontra, sebenarnya ada lagi asuransi yang harus kita waspadai dan pelajari dengan benar yang dikenal dengan nama whole life dan/atau endowment (serupa tapi tak sama).

Pertanyaan berikutnya adalah, oke kalau begitu apa saja penjelasannya dan sebaiknya asuransi mana yang saya harus pilih.

Betul kan? Nah berikut ini kita akan bahas tentang asuransi yang jarang dibahas orang yaitu, Whole Life alias Asuransi Seumur Hidup.

Dan biar ada pembanding kita sandingkan juga Whole Life ini dengan asuransi yang banyak direkomendasikan Perencana Keuangan Independent, yaitu Term Life atau Asuransi Jiwa Berjangka. Apa saja itu?

 

1. Salah satu ciri khas dari asuransi Term Life atau Jiwa Berjangka

adalah preminya yang relatif murah dibandingkan asuransi jenis lain.

Apabila anda masih muda dan sehat, maka pilihan asuransi Term Life ini bisa membantu anda menghemat banyak uang dengan proteksi jiwa yang relatif cukup besar.

Mengapa? Karena ketika anda masih muda masih banyak sekali kebutuhan lainnya yang harus dipersiapkan seperti membayar cicilan KPR, biaya hidup dan anak, persiapan dana pendidikan anak dan dana pensiun, dll.

Hanya saja premi ini akan naik cukup tinggi seiring dengan berjalannnya waktu. Tapi tidak apa-apa, toh penghasilan anda nanti juga ikutan naik kan?

Sementara premi dari whole life memang relatif lebih tinggi. Di luar negeri preminya biasanya sekitar 2-3 kali dari premi Term Life. Tapi di Indonesia kelihatannya lebih tinggi lagi bisa 3-5 kalinya (tergantung perusahaan asuransi).

2. Asuransi jiwa berjangka atau Term Life

juga kemungkinan tidak mesyaratkan anda untuk melakukan cek medis alias medical check up.

Kalau pun beberapa perusahaan asuransi mensyaratkan, hanya berlaku apabila anda mengambil asuransi dengan nilai Uang Pertanggungan yang tinggi, misalnya di atas Rp 1 miliar (setiap perusahaan punya aturan yang berbeda-beda).

Kembali tergantung perusahaan asuransinya, Whole Life dengan nilai tunai kecil kemungkinan juga tidak mensyaratkan adanya cek medis.

3. Asuransi jiwa Term Life punya jangka waktu,

makanya disebut juga dengan asuransi jiwa berjangka.

Biasanya jangka waktu mulai dari yang harian, tahunan, 5 tahun, 10 tahun bahkan 15-20 tahun juga ada (tergantung perusahaan asuransi dan tergantung negara).

Sementara asuransi Whole Life seperti namanya, maka akan berlaku seumur hidup sehingga hampir tidak ada waktu expire alias jangka waktunya selama anda tetap membayar premi.

4. Asuransi jiwa Whole Life membentuk nilai tunai.

Ini salah satu keunggulan asuransi Whole Life dibanding Term Life.

Dalam setiap pembayaran premi yang anda lakukan anda membentuk nilai tunai.

Anda bisa mendapatkan nilai tunai ini nanti, atau bisa diambil kapan saja (termasuk bisa dipinjam).

Permasalahannya di Indonesia premi yang anda bayarkan pada asuransi ini bisa 3-5 kali lebih mahal dibandingkan Term Life untuk nilai proteksi yang sama.

Sehingga sering orang berpikir, kenapa tidak saya tabung sendiri selisih uangnya kan?

Jadi, mana yang sebaiknya anda pilih? Balik lagi sangat tergantung tujuan keuangan anda, targetnya serta kemampuan anda membayar premi dan besaran proteksi yang dibutuhkan.

Bila anda tertarik untuk mengetahui lebih detil bisa dengan mengikuti bebarapa workshop tentang mengelola keuangan dan asuransi.

 

 

Equity World