Equityworld Futures – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi) hari ini. Ahok pun menyusun pledoi-nya sendiri.

“Kita sudah 4 hari mengkarantina tim hukum menyusun pledoi. Pledoi ada dua, ada yang dari pak BTP,
dan pledoi dari kuasa hukum,” ungkap kuasa hukum Ahok, Sirra Prayuna saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (25/4/2017).

Seperti pada sidang sebelumnya, sidang akan berlangsung di Auditorium Kementerian Pertanian,

Ragunan, Jakarta Selatan. Sirra menyebut, pledoi yang disiapkan Ahok tidak lah banyak.

“Dari pak BTP nggak banyak. Kurang lebih 10-20 halaman. Dari kami lumayan, kalau dilihat dari seluruhnya karena termasuk dari saksi ada 3.000 lebih, tapi tidak dibacakan seluruhnya,” ucapnya.

Nota pembelaan yang disiapkan oleh kuasa hukum dimulai dari pendahuluan, fakta persidangan, fakta yuridis,

analisis fakta persidangan, analisis yuridis, petitum, hingga kesimpulan. Untuk poin-poin ini, setidaknya ada 200 halaman yang tidak semuanya dibacakan.

“Kalau konten jangan, nanti nggak elok kalau belum dibacakan. Nggak seluruhnya dibacakan.

Yang penting sidang bisa selesai jam 12.00 WIB,” jelas Sirra.

Tim kuasa hukum pun yakin pembelaan yang akan disampaikan akan menguntungkan Ahok.

Mengenai massa kontra Ahok yang disebut-sebut akan datang saat sidang, Sirra mengaku itu tidak akan mengganggu selama di dalam ruang sidang semua bisa kondusif.

“Itu hak berserikat dan berkumpul, silakan saja. Selama ini juga ada demo kan, yang penting dalam sidang berjalan lancar,

dan kalau ganggu persidangan ada konsekuensinya, kalau di luar silakan saja,” paparnya.

Sirra pun mengingatkan agar tidak ada pihak-pihak yang berusaha mengganggu jalannya persidangan di dalam ruang sidang.

Hakim disebutnya harus mengambil tindakan apabila hal tersebut terjadi.

“Tidak boleh ganggu lancarnya persidangan dengan teriakan, sorakan dan sebagainya.

Hakim mutlak bisa ambil tindakan hukum kalau ganggu di dalam ruang persidangan,” tegasnya.

Pihak Ahok juga mengaku tidak merasa tertekan dengan adanya demo-demo di luar persidangan.

Sebab mereka percaya, majelis hakim tidak akan terpengaruh dengan intervensi apapun.