Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mengaku belum dapat laporan mengenai sejumlah perusahaan besar di Batam,Kepulauan Riau, yang hengkang gara-gara sering didemo buruh. Kemenakertrans akan melakukan identifikasi.

“Saya belum menerima laporan. Hingga saat ini belum, terima kasih saya sudah diberi tahu,” tutur Direktur Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Hayani ditemui detikFinance di Kantor Kemenakertrans, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (10/7/2015).

Asosiasi Pengusaha Indonesia Kepulauan Riau menyebut perusahaan yang telah hengkang dari Batam mayoritas bergerak di industri elektronik.

Lebih lanjut Hayani mengatakan, ‎pemerintah pusat hanya mendapatkan laporan dari dinas tenaga kerja di daerah adanya beberapa perusahaan yang hengkang dan ada beberapa yang sedang dalam proses, namun dia tidak menyebut perusahaan apa saja karena harus menunggu laporan lebih lanjut dari dinas di daerah.

“Harus diidentifikasi dulu, saya belum bisa berikan datanya,” tuturnya.

Dia mengatakan, jika perusahaan-perusahaan tersebut hengkang tanpa lapor ke dinas setempat atau pemerintah pusat, perusahaan itu menyalahi aturan, karena hengkangnya perusahaan tersebut erat kaitannya dengan hak-hak dari pekerjanya sudah dibayarkan sepenuhnya, terkait pesangon gaji, tunjangan dan hak lainnya.

“Karena kalau hak-haknya semua dibayarkan itu nggak ada pengaduan. Tapi kami sebagai pemerintah pasti tahu‎ kalau dia keluar. Dia harus bertanggung jawab pada pekerjanya.

Meski belum tahu betul mengenai fenomena demo yang menyebabkan hengkangnya perusahaan-perusahaan besar di Batam, Hayani mengaku tak kaget.

Karena menurutnya hengkangnya perusahaan tersebut tak bisa semata-mata disebut karena demo‎. Bisa jadi menurutnya karena kondisi ekonomi yang tengah melemah. Namun dia membenarkan sejumlah demo pernah terjadi di Batam.

“Yang penting identifikasi, mungkin (demo) disebabkan hak pekerja yang tak dibayarkan. Atau hal-hal lain, seperti demo di Batam 2010, kasusnya bukan hubungan industrial saja, tapi masalah lain. Ketidaksenangan pegawai kita dengan pegawai asing. Banyak penyebabnya. Jadi menurut saya hal demikian harus kita potret dulu,” tutupnya

Sumber: Detik.com