Jakarta -Pemerintah sudah mengajukan Rancangan Undang-undang (RUU) Bea Materai ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Salah satu poin yang akan dibahas adalah, penerapan tarif tunggal‎ materai menjadi Rp 10.000.

Jadi, materai Rp 3.000 dan Rp 6.000 akan dihapuskan, dan diganti menjadi satu tarif saja, yakni Rp 10.000.

Dirjen Pajak, Sigit Priadi Pramudito menuturkan, tarif bea materai sudah lama tidak mengalami perubahan. Tarif materai Rp 3.000 dan Rp 6.000 yang berlaku sekarang, diputuskan ketika tahun 2000.

“Tarif ini sudah sejak tahun 2000. Angkanya sudah tidak masuk akal lagi,” ungkap Sigit di kantor pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (1/7/2015)

Sigit menjelaskan, aturan terkait bea materai tertuang dalam UU Nomor 16 Tahun 1986. Dalam aturan tersebut disampaikan, kenaikan tarif hanya boleh dilakukan sebanyak 6 kali.‎ Ini pun yang masih berlaku sampai sekarang.

“Jadi yang Rp 3.000 dan Rp 6.000 itu sudah 6 kali mengalami kenaikan. Sudah tidak boleh diubah lagi, kecuali ada perubahan UU,” terangnya.

RUU Bea Materai sudah masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) 2015. Pembahasan baru bisa dimulai pada Oktober 2015, atau setelah pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016. Implementasinya paling cepat tahun depan.

sumber : detik.com