Berusia 270 Tahun, Pos Indonesia Genjot Modernisasi
Equityworld Futures

Tahukah Anda pemberian kode pos di wilayah perbatasan adalah bagian dari strategi menjaga keutuhan wilayah NKRI? Sejarah mencatat,

Amerika Serikat memberi kode pos dan mendirikan kantor pos di Alaska,

meskipun secara bisnis tidak akan mendorong revenue. Tetapi dengan itu AS sudah mengamankan kawasan Alaska agar tidak dicaplok negara lain.

Melihat kasus AS menunjukkan bahwa betapa pentingnya peranan kode pos dan kantor pos bagi keutuhan wilayah negara.

Begitu juga dengan PT Pos Indonesia (Persero), selama 270 tahun telah berperan dalam melayani hingga wilayah perbatasan,
baik semenjak masa kolonial maupun masa kemerdekaan.

Sebenarnya, yang lebih mendasar dari fungsi pendirian Kantor Pos dan menentukan kode pos bahkan menerbitkan prangko

adalah bukti pengakuan suatu negara terhadap kedaulatan suatu negara lain di dunia.

Itulah sebabnya setelah bangsa Indonesia merdeka, para pejuang Indonesia yang bergerak di Pos, Telepon dan Telegraf (PTT),

sebelum menjadi PT Pos Indonesia, memesan prangko dari Vienna (Eropa) dan Philadelphia (AS) guna menunjukkan bahwa
negara baru telah lahir, dibuktikan dengan beredarnya prangko resmi Indonesia.

Ringkasan sejarah tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran Pos Indonesia dalam mengamankan wilayah perbatasan.

Hingga saat ini, komitmen menjaga dan melayani masyarakat hingga daerah perbatasan terus ditingkatkan. Selama 270 tahun,
PT Pos Indonesia (Persero) melayani segala urusan pengiriman barang, surat hingga uang.

Direktur Utama Pos Indonesia, Gilarsi W. Setijono mengatakan, zaman boleh berubah, tetapi komitmen menyatukan nusantara

tetap menjadi prinsip yang tak bisa tergantikan. Keberadaan Pos Indonesia sejak 26 Agustus 1746, turut mewarnai sejarah
bangsa Indonesia.

Menurutnya, dalam konteks perjuangan yang lebih luas, Pos Indonesia ikut membangun perekonomian, dan berperan penting

dalam bidang sosial politik. Perseroan memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara yaitu merekatkan
komunikasi, menggerakkan perekonomian rakyat, maupun perantara efektif hubungan dengan berbagai institusi.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan terutama bagi rural area, dengan cara melakukan modernisasi dan

mengoptimalkan sumber daya yang ada. Apalagi, menghadapi perkembangan teknologi informasi (TI) yang kian canggih, harus
disikapi secara realistis,” ujarnya, Senin (8/8/2016).