BI: Inflasi Bukan Masalah Besar Lagi di RI
Equityworld Futures -Inflasi dianggap bukan masalah besar lagi di Indonesia di tahun ini dan diharapkan ke depannya.
Hal ini seiring dengan pembenahan dari beberapa sisi yang sebelumnya menjadi penyebab inflasi.”Inflasi bukan sebuah masalah besar lagi, karena makin terjaga,” ungkap Juda Agung,

Kepala Departemen Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) dalam bincang-bincang di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu (3/8/2016).

Tahun ini, BI memproyeksikan inflasi berada di level 4±1% atau sesuai dengan asumsi yang dipatok oleh pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016.

Inflasi akan terus diturunkan dengan target pada 2018 sebesar 3,5±1%.”Kami di TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) sudah punya roadmap, bagaimana mencapai inflasi 3,5% di 2018,” imbuhnya.

Juda menjelaskan, terkendalinya inflasi memang diawali dari keberanian pemerintah mereformasi subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM),

dengan menghapus subsidi untuk jenis premium. Sehingga tidak ada lagi lonjakan inflasi yang datang tiba-tiba.Pada beberapa tahun sebelumnya, saat ada lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah,

kondisi fiskal negara sangat tertekan. Opsi yang dimiliki pemerintah adalah menaikkan harga BBM.
Kenaikan tersebut mendorong inflasi melonjak drastis.”Sekarang memang dari sisi administer price itu cukup baik setelah reformasi subsidi,” ujarnya.

Tantangan pemerintah sekarang adalah gejolak pada kelompok bahan makanan, khususnya pangan.

Agar sesuai target pada akhir tahun, maka inflasi pada kelompok ini harus dijaga di bawah 5%.”Inflasi pangan tetap harus dipertahankan di bawah 5%,” tegas Juda.

Dalam sejarahnya, Juda menilai, masa puncak inflasi sudah selesai,

yaitu periode Juni dan Juli karena adanya aktivitas lebaran dan tahun ajaran baru anak sekolah.
Realisasi inflasi Juli adalah 0,69%. Periode inflasi tinggi hanya menyisakan Desember.”Risiko itu paling Desember, karena biasanya kan tinggi secara historis,” sebutnya.

Sumber : detik.com