Jakarta -Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir mengungkapkan, harga gas yang dibeli PLN dari PT Pertamina (Persero) termasuk dari anak usaha Pertamina, jauh lebih mahal 20% dibandingkan dengan harga gas dari perusahaan pemasok lain seperti Medco Energi, Santos, dan Petronas.

“Pertamina agak gundah (bimbang) sama kami. Gas kami dapat dari Pertamina harganya lebih tinggi 20% dari harga normal,” ungkap Sofyan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Kamis (17/9/2015).

Sofyan mengungkap lagi, bila dibandingkan dengan 7 pemasok gas ke pembangkit listrik PLN lainnya, harga gas dari Pertamina lebih mahal. Harga gas dari Pertamina Gas dan Pertamina Hulu Energi antara US$ 6,5 sampai 7 per mmbtu (Million British Thermal Unit). Sedangkan dari Medco, Santos harga gasnya hanya US$ 5,6 sampai 7 per mmbtu sedangkan Petronas US$ 6,9 sampai 7 per mmbtu.

“Itu untuk gas pipa,” katanya.

Sofyan menambahkan, harga gas dari Pertamina lebih mahal karena berasal dari LNG (Liquefied Natural Gas) yang regisifikasi melalui Floating Storage Regassification Unit (FSRU) seperti dari Nusantara Regas, Jawa Barat dan Tangguh, Papua.

“LNG untuk Priok (PLTG Tanjung Priok) cukup mahal dari Pertamina US$ 14 per mmbtu itu Nusantara Regas. Kemudian dari Tangguh. Tidak semua pembangkit terima dari gas pipa, ada yang dari impor juga. Harga beli sudah kontrak,” tutup Sofyan.

 

Sumber: Detik.com