Equityworld Futures – Setelah sukses dengan pembangunan jalan tol Cikopo-Palimanan alias Cipali, UEM Group Berhard asal Malaysia berencana kembali berinvestasi di bisnis jalan tol di Indonesia. BUMN Malaysia Bakal Investasi di Tol Yogyakarta-Solo

 

Kali ini yang dibidik adalah jalan tol Yogyakarta-Solo.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna, mengatakan saat ini BUMN Malaysia itu tengah melakukan kajian terkait rencana pembangunan jalan tol itu.

“Kami (BPJT) sedang menunggu FS (Feasibility Study/Uji Kelayakan) dulu.

Dari situ kita bisa lihat detil rencana sampai kebutuhan dananya,” ujar dia kepada detikFinance, Jumat (28/4/2017).

Proyek jalan tol ini sendiri merupakan proyek prakarsa. Artinya, inisiatif pembangunannya bukan berasal dari pemerintah melainkan usulan dari badan usaha.

Proyek ini juga telah mendapat dukungan dari Gubernur DIY, Hamengkubuwono X, dan telah dibahas dalam pertemuan antara

Pemprov DIY bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki

Hadimuljono belum lama ini.

Kajian UEM Group Berhard dilakukan bersama mitra strategisnya asal Indonesia yakni BUMN jalan tol, Jasa Marga.

Setelah FS selesai, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan dokumen lelang investor.

Maklum, meskipun prakarsa swasata, proyek jalan tol ini tetap perlu dilelang untuk mencari investor terbaik.

Tujuannya agar diperoleh investor dengan permodalan dan pengalaman yang mumpuni di bidang jalan tol untuk memastikan proyek ini tidak mangkrak di tengah jalan.

Setelah lelang investasi, baru proyek bisa mulai dikerjakan pembangunan konstruksinya.

UEM Group Berhard bukan pertama kalinya berinvestasi di Indonesia.

BUMN Malaysia di bawah Khasanah ini sebelumnya juga telah berinvestasi di bisnis jalan tol di Indonesia.

UEM Group Berhard menguasai 35% saham PT Lintas Marga Sedaya (LMS) yang tak lain adalah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) atau pengelola jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

 

 

Equityworld Futures