Jakarta -Pemerintah melalui Kementerian Keuangan melakukan penjualan surat utang ritel, yaitu Obligasi Ritel (ORI) Seri 012. Instrumen investasi ini menawarkan kupon atau bunga 9%/tahun.

Dalam keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Senin (21/9/2015), masa penawaran ORI012 ini mulai dilakukan 21 September hingga 15 Oktober 2015.

“Tujuan penerbitan ORI012 adalah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN 2015 dan mengembangkan pasar Surat Utang Negara domestik melalui diversifikasi instrumen sumber pembiayaan dan perluasan basis investor,” demikian pernyataan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu.

Untuk memenuhi target penjualan dengan distribusi yang merata di seluruh Indonesia, Agen Penjual ORI tahun 2015 akan mengadakan kegiatan marketing ke 27 kota di seluruh Indonesia termasuk kota-kota di wilayah Indonesia Tengah dan Timur seperti di Palu, Timika, Tahuna, dan Sorong.

Tanggal penjatahan ORI012 dilakukan pada 21 Oktober 2015, dan tanggal jatuh tempo adalah 15 Oktober 2018.

Bagi anda yang mau memesan, nilai minimal pemesanan adalah Rp 5 juta dan maksimal adalah Rp 3 miliar.

Berikut agen penjual ORI012 yang ditunjuk Kemenkeu:

  • PT Bank ANZ Indonesia
  • PT Bank Bukopin Tbk
  • PT Bank Central Asia Tbk
  • PT Bank CIMB Niaga Tbk
  • Citibank, N.A
  • PT Bank Danamon Indonesia Tbk
  • PT Bank DBS Indonesia
  • The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd
  • PT Bank Internasional Indonesia Tbk
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
  • PT Bank OCBC NISP Tbk
  • PT Bank Panin Tbk
  • PT Bank Permata Tbk
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  • Standard Chartered Bank
  • PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
  • PT Danareksa Sekuritas
  • PT Reliance Securities Tbk
  • PT Sucorinvest Central Gani
  • PT Trimegah Securities Tbk

sumber : detik.com