Ridzeki Tresno, CEO AirAsia Indonesia yang Masih Ingin Terbangkan Pesawat

Jakarta – Terhitung sejak 31 Mei lalu, Captain Ridzeki Tresno Wibowo resmi menjabat

sebagai Presiden Direktur AirAsia Indonesia, menggantikan Sunu Widyatmoko.

Pria kelahiran 8 Februari 1964 ini pertama kali bergabung dengan maskapai AirAsia sebagai pilot senior pada 14 September 2004.
Ridzeki kemudian didaulat sebagai Direktur Operasi AirAsia Indonesia pada Juli 2015.Ridzeki merupakan seorang pilot yang kaya akan pengalaman dengan lebih dari 16.000 jam terbang, dengan sekitar 9.400 jam di antaranya dilalui sebagai pilot in command.

Selama perjalanan kariernya sebagai pilot, Captain Ridzeki telah menerbangkan Fokker F-28, Boeing 737-300/400, Boeing 747-200, MD 11 ER, Boeing 747-400 serta Airbus A-320.
Selain sebagai captain pilot, Ridzeki juga menjadi Instruktur Boeing 737-300/400 selama tahun 2005-2007, serta Type Rating Instructor (TRI) untuk Airbus A-320 sejak tahun 2009.Mengenai jabatan barunya sebagai CEO AirAsia Indonesia,

Ridzeki mengatakan bahwa hal itu tak jauh berbeda dengan profesinya sebagai pilot selama ini.”Menjadi CEO atau pilot butuh leadership, butuh decision making, terutama kalau masalah safety,

itu sudah menjadi darah daging saya,” tutur pria kelahiran Jakarta ini dalam bincang-bincang dengan detikcom dan beberapa jurnalis belum lama ini.Ridzeki juga mengatakan, menjadi pemimpin tidak selamanya harus menunjukkan leadership (kepemimpinan) tapi juga harus bisa mengikuti.

“Ada kalanya harus menunjukkan followship, saat rapat dengan departemen-departemen di perusahaan kita,

kita dengarkan masukan-masukan dan kita jalankan atau terapkan mana yang dianggap bermanfaat,” kata bos AirAsia Indonesia itu.
Sumber : detik.com