Equityworld Futures – Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin membuka cerita soal wilayahnya yang menurutnya luput dari perhatian Pemprov Jawa Barat. Dia bahkan cerita pernah protes saat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut tidak ada desa tertinggal.

“Kabupaten Bogor beginilah adanya. Kabupaten terluas terpadat penduduknya, dekat dengan Jakarta tetapi luput dari perhatian Jakarta maupun luput dari perhatian provinsi Jawa Barat ya,” kata Ade Yasin di acara peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Tingkat Kabupaten Bogor 2019, di Sekolah Daar El Salam, Bojong Kulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/10/2019).

Ade Yasin menceritakan, dirinya selama ini telah berupaya agar seluruh wilayah di Kabupaten Bogor bisa mendapat perhatian terkait penanganan bencana, pencemaran lingkungan hingga pembangunan yang belum merata. Meski demikian, dia mengakui belum bisa berbuat maksimal karena ada keterbatasan anggaran.

“Saya malah selalu komplain setiap tahun di setiap acara Pemprov Jabar. Kenapa sih Kabupaten Bogor bantuannya cuman segitu-gitu aja, nggak pernah meningkat, padahal banyak yang diurusin.

“Bahkan saya sempat protes ketika hadir di acara rakor dengan Pak Gubernur. Pak Gubernur menyampaikan, 0 persen, 0 persen daerah tertinggal di Jawa Barat. Langsung saya angkat tangan. ‘Mana Pak, Kabupaten Bogor masih ada 45, dari 419 desa, 45 desa masih desa tertinggal. Dari mana hitungnya?’ Saya protes saja begitu,” sambungnya.

Ade Yasin tidak menceritakan detail kapan dan di mana momen tersebut terjadi. Namun menurutnya, saat itu dia berani menyuarakan protes karena menurutnya di wilayahnya memang masih ada desa tertinggal.

“Di situ saya protes, mohon dihitung kembali barangkali Kabupaten Bogor tidak dihitung, saya bilang. Kita harus sampaikan itu walaupun nggak enak begitu. Tapi setelah itu saya bilang, mohon maaf Pak saya hanya menyampaikan kebenaran saya. Saya gitu aja biarin nggak apa-apa dimarahin. Tapi ternyata nggak marah,” ujar Ade Yasin.

Ade menyatakan, sebenarnya saat itu dia sudah siap saja jika nantinya dimarahi karena menyanggah ucapan Gubernur. Dia mengaku pasrah saja karena menurutnya kenyataan tidak boleh ditutup-tutupi. “Jadi masih ada 10 persen di saya (Kabupaten Bogor-red) dari jumlah kelurahan dan desa, yang masih desa tertinggal,” jelasnya.

Ade Yasin menambahkan, terkait adanya desa tertinggal itu, dirinya saat ini sedang berupaya untuk melakukan perbaikan. Dia mengatakan, saat ini bekerja sama dengan TNI membangun desa tertinggal itu melalui program-program, salah satunya Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD).