Equity World Futures -Guna menekan harga daging sapi hingga di bawah Rp 80.000/kg sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi), khususnya saat bulan puasa dan Lebaran, pemerintah menggelar Operasi Pasar (OP) secara besar-besaran.

Ketimbang harga daging sapi yang dijual di pedagang pasar yang saat ini dipatok seharga Rp 120.000-140.000/kg, daging yang dijual Bulog di OP hanya Rp 80.000/kg, bahkan ada yang menjualnya dengan hanya Rp 75.000/kg, seperti yang dijual di pasar murah oleh Artha Graha Peduli (AGP).

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan, kualitas daging bukan soal jenis daging namun rasa setelah diolah, yang terpenting masyarakat bisa menikmati harga daging dengan harga terjangkau.

“Saya jelaskan saja, kita butuh daging atau protein? Daging dengan jenis CL (kualitas rendah) dengan daging kualitas terbaik sama nggak proteinnya? Sama, proteinnya sama,” jelas Amran ditemui saat meninjau pasar murah di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan, Minggu (5/6/2016).

Dia menuturkan, rasa daging lebih dipengaruhi cara penyajian atau memasaknya, sementara kualitas daging dianggap tak terlalu signifikan.

“Cita rasa itu tergantung dengan istri Anda. Yang penting tangan yang masak punya siapa. Coba tanya ibu-ibu, yang penting bagaimana tangan yang mengolahnya,” ungkap Amran.

Sebagai informasi, daging impor beku yang bisa dijual di harga kisaran Rp 80.000/kg sendiri merupakan daging dari jenis secondary cut (potongan kedua), seperti CL 85 dan CL 95. Umumnya, daging sapi tersebut memiliki kandungan lemak 20% atau lebih pada dagingnya.

Sumber : detik.com