Ada 700 Toko Tani, equityworld futures
Equityworld Futures -Kementerian Pertanian semakin giat memperbanyak jumlah Toko Tani Indonesia (TTI) di Seluruh Indonesia.
Melalui TTI, masyarakat dapat membeli bahan pangan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.
Hal ini dikarenakan TTI langsung menerima pasokan bahan pangan dari petani di daerah-daerah sentra penghasil.

Sampai saat ini, sedikitnya sudah ada 700 TTI yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Di Jabodetabek sendiri sudah ada 300 TTI dan baru-baru ini sudah ada 120 TTI di Jawa Timur.

Peningkatan jumlah TTI di berbagai wilayah dikarenakan tingginya minat masyarakat membeli pangan murah.

“Di seluruh Indonesia khusus TTI sudah ada 700, di Jawa Timur ada 120, Jawa Barat sudah dikembangkan.
Respons masyarakat luar biasa, subuh-subuh semua orang sudah pada menunggu.
Jumlah pengunjung per titik 4.000 sampai 5.000,” ungkap Menteri Pertanian Amran Sulaiman di TTI Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2016).

Toko Tani Indonesia (TTI) juga menjual daging sapi impor yang dijual seharga Rp 75.000 per kilogram (kg) untuk menekan gejolak harga daging sapi di pasar.

Melalui TTI, target harga daging sapi sebesar Rp 80.000 per kilogram (kg) juga dapat terwujud.

Pengawasan harga daging sapi ini juga akan dilakukan terus-menerus, tidak hanya menjelang Lebaran saja.

“Ini arahan Presiden (Jokowi) bagaimana harga bisa di bawah Rp 80.000 per kilogram (kg).

Harga awal sebelum puasa menyentuh Rp 140.000-Rp 150.000 per kg, sekarang ini kami cek tadi Rp 115.000 per kg ada.
Pemantauan harga akan terus-menerus setelah Lebaran juga dilakukan,” kata Amran.

Daging sapi beku impor saat ini sudah memasuki beberapa pasar di Jabodetabek dan diharapkan dapat mengantisipasi terjadinya gejolak harga daging sapi menjelang Lebaran.

Menurutnya, masih butuh proses untuk menekan harga daging sapi segar sesuai dengan keinginan Jokowi.

“Daging sudah masuk ke pasar yang dulunya tidak pernah terjadi.

Ini adalah hal baru daging beku masuk ke lapak-lapak. Ini target Insya Allah terus-menerus kita jalankan,
karena persoalan 70 tahun tidak mungkin diselesaikan dalam tiga minggu,” tutup Amran.
sumber : detik.com