Equityworld Futures – Kuasa hukum Jakub Skrzypski menilai bukti yang diajukan kepolisian “sangat lemah”. Polri sendiri mengakui terdakwa “mustahil” melakukan perdagangan senjata seperti yang dituduhkan.

Buat pemerintah Indonesia,

buruh pabrik berusia 39 tahun asal Polandia yang gemar bertualang itu adalah musuh negara yang merencanakan makar dengan memasok senjata kepada kelompok separatis Papua.

Namun buat sebagian lain, Jakub Skrzypksi cuma wisatawan papa yang bersimpati terhadap gerakan sayap kanan dan pembebasan. Bahkan kepolisian Indonesia mengakui Skrzypski tidak mungkin mengorganisir perdagangan senjata seperti yang dituduhkan terhadapnya.

Meski demikian warga Polandia itu terancam hukuman kurung 20 tahun jika terbukti bersalah. Masa penahanannya diperpanjang selama 40 hari pada 17 September silam sementara kepolisian menyiapkan gugatan. Skrzypksi ditangkap di Wamena akhir Agustus lalu bersama empat orang warga Papua yang diklaim kepolisian memiliki amunisi dan berhubungan dengan “kelompok kriminal bersenjata.”

“Hutan yang asli ada di Papua dan saya sudah pernah ke sana, bersama kadal, nyamuk dan lintah,” tulis Skrzypksi dalam akun Facebook-nya selama dua kunjungan ke timur Indonesia pada Juli dan Agustus 2018.

Polisi mengklaim Skrzypski sudah berhubungan “sejak lama” dengan kelompok separatis Papua. Dia dituding ikut merencanakan strategi media sosial dan berjanji akan memasok mereka dengan senjata. “Kami punya bukti kuat bahwa dia bersalah membantu kelompok kriminal bersenjata di Papua,” kata Kapolda Papua Martuani Sormin.

“Tidak seorangpun boleh mengganggu integritas NKRI, entah itu orang asing atau penduduk sendiri. Siapapun yang melanggar aturan di negara ini akan ditindak,” imbuhnya.

Equityworld Futures

Equityworld