Jakarta -Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi dari Januari-September 2015 telah mencapai ‎Rp 400 triliun. Sumber realisasi investasi berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 133,2 trilun dan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 266,8 triliun.

‎Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengatakan, realisasi investasi dari Singapura menjadi yang terbesar dari realisasi investasi‎ PMA yang mencapai Rp 266,8 triliun.

“Realisasi PMA berdasarkan negara ada 5 terbesar. Pertama adalah Singapura US$ 3,5 miliar (Rp 45,5 triliun), Malaysia US$ 2,9 miliar (Rp 37,7 triliun), Jepang US$ 2,5 miliar (Rp 32,5 triliun), Korea Selatan US$ 1 miliar (Rp 13 triliun) dan Belanda US$ 0,9 miliar (Rp 11,7 triliun). Baru sisanya yang lain-lain,” jelas Azhar di Kantor BKPM, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Negeri tirai bambu China tak masuk dalam kelompok 5 negara terbesar yang merealisasikan investasinya di Indonesia dalam kurun waktu Januari-September 2015.

Namun secara tiga bulanan, kata Azhar, negara ini terlihat semakin konsisten merealisasikan investasinya di tanah air.

Dari catatan BKPM, pada periode Juli-September 2015 China berhasil menduduki posisi ke-5 sebagai negara yang paling banyak merealisasikan investasinya di Indonesia.

Singapura masih menduduki urutan pertama dengan investasi US$ 1,2 miliar (Rp 15,6 triliun), lalu Jepang US$ 0,9 miliar (Rp 11,7 triliun), Belanda US$ 0,5 miliar (Rp 6,5 triliun), Malaysia US$ 0,3 miliar (Rp 3,9 triliun) dan China US$ 0,2 miliar (Rp 2,6 triliun)

“Secara komulatif (keseluruhan dari awal tahun) Tiongkok (China) memang tidak terlihat signifikan. Tetapi kalau dilihat secara triwulanan (tiga bulanan) negara ini makin konsisten. Meski jumlahnya belum mengalahkan negara lain,” tuturnya.

sumber : detik.com