Jakarta -Menteri-menteri ekonomi dipimpin Menko Perekonomian, Darmin Nasution, telah memiliki rekomendasi pemenang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Antara China dan Jepang yang tengah bersaing keras, masing-masing punya keunggulan.

“Itu antara China dan Jepang beda. Kalau China lebih unggul sosial ekonomi dibanding Jepang. Jepang unggul track record teknologinya,” jelas Darmin di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (2/9/2015).

Pernyataan ini disampaikan Darmin usai rapat hasil pengkajian kereta cepat. Rapat dihadiri antara lain oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Kepala Bappenas Sofyan Djalil, dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

Seperti diketahui, pemerintah telah merekrut konsultan independen untuk mengkaji proposal dari China dan Jepang. Konsultan itu adalah Boston Consulting Group.

Darmin mengatakan, ada 4 poin yang menjadi penilaian konsultan terkait proposal proyek kereta cepat ini. Poin tersebut adalah komitmen pemerintah dan risiko yang ditanggung pemerintah. Kedua soal teknologi, ketiga sosial ekonomi, dan keempat rencana proyek.

Pemenang proyek kereta cepat hasil rapat tersebut masih dirahasiakan Darmin, karena akan disampaikan terlebih dahulu kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk penentuannya besok.

“Saya belum mau sampaikannya karena saya mau lapor dulu. Kami harus lapor itu ke presiden. Kalau sudah keluar dari presiden, baru saya mau jawab,” ujar Darmin.

 

Sumber: Detik.com