Nusa Dua -Delegasi lembaga penjaminan kredit dari 11 negara anggota Asian Credit Supplementation Institution Confederation (ASCIS) berkumpul di Bali 16-20 November 2015 dalam agenda 28th ACSIC Conference.

Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) selaku penyelenggara kegiatan berhasil menjadikan RI terpilih sebagai tuan rumah agenda pertemuan tahunan lembaga penjamin dari belasan negara.

Termasuk dalam rangkaian acara tersebut yaitu Seminar Penjaminan Internasional (IGS) yang akan mendatangkan delegasi dari Asia, Eropa hingga Amerika Latin seperti Chile hingga Ghana untuk berbagi pengalaman penjaminan kredit di negara masing-masing.

“Ada dua event besar dalam acara ini yaitu Seminar Internasional Guarantee atau seminar penjaminan. Baru kemudian keesokan harinya ada ACSIC konferensi delegasi anggota ACSIC dari beberapa negara se-Asia. Sebelumnya akan didahului pameran yang mewakili UMKM berkualitas ekspor sebanyak 17 stan terpilih. Akan dilaunching juga 10 peringkat UMKM terbaik berdasarkan skor KPI (key performance index),” jelas Diding S. Anwar, Ketua Asippindo, di Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, Minggu (14/11/2015).

Diding menjelaskan, seminar kali ini mengusing topik penjaminan kredit untuk kemajuan UMKM atau SME (Small Medium Entreprise) yang sudah terbukti bertahan di tengah krisis. Menteri Koperasi dan UMKM, Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dan Gubernur Bali Mangku Pastike dijadwalkan hadir dalam acara tersebut.

Seminar akan dihadiri sebanyak 500 orang peserta dari lembaga penjaminan seluruh Indonesia anggota Asippindo dan UMKM. Konferensi sendiri merupakan agenda rutin tahunan dan tahun ini RI terpilih menjadi umah konferensi ACSIC ke—28. Setelah pada 2013 diselenggarakan di Korsel dan 2014 di Malaysia.

Sehari jelang berlangsungnya acara, Diding menjelaskan, delegasi beberapa negara sudah tiba di Nusa Dua.

“Saya minta sejak 2013, Indonesia jadi tuan rumah. Delegasi Jepang, Mongolia, Korea, sudah datang dalam jumlah besar. Ada juga perwakilan dari Amerika Latin,” kata Diding yang saat ini menjabat sebagai Dirut Jamkrindo.

Hal menarik dari seminar esok yaitu akan menggali pengalaman penjaminan kredit UMKM dari tiap negara delegasi. Seperti halnya Eropa yang memberi penjaminan bagi UMKM-nya.

“Kami ingin agar SME bisa menembus batas ekspor. Di Eropa, UMKM itu dijamin oleh lembaga penjaminan. Kita akan gali pengalaman dari Chile, Ghana, Amerika Latin konon ada yang bagus lembaga penjaminnya. Beberapa Bank Eropa melalui asosiasi juga kami undang untuk hadir besok,” jelas Diding.

sumber : detik.com