Equityworld futures-Pasokan listrik memadai merupakan ‘barang langka’ bagi mereka yang tinggal di daerah pelosok. Oleh sebab itu, kehadiran pembangkit listrik, meskipun dalam kapasitas kecil, sangat dibutuhkan.

Salah satu contohnya adalah Pembangkit Listrik Mini Hidro (PLTMH) Lobong, Kecamatan Passi Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut). Lobong merupakan nama desa yang menjadi lokasi pembangkit itu.

PLTMH Lobong berkapasitas 2 x 800 Kw atau jika dikonversi ke satuan megawatt (MW) menjadi 1,6 MW. Pembangkit ini dibangun pada 2008, dan mulai beroperasi Mei 2010.

Apabila ditempuh dengan jalan darat dari kota Manado, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara, maka memakan waktu sekitar 3-4 jam. Perjalanan dari Manado sampai ke Lobong melalui jalan beraspal mulus berkelok, disertai beberapa tanjakan curam dan tikungan tajam di sejumlah titik.

Di sepanjang jalan, selain deretan pemukiman penduduk dengan atap rumah dari seng, nampak pula pemandangan pantai, Gunung Manado Tua yang berada di tengah laut, hamparan sawah, serta perkebunan kelapa.

Setibanya di desa Lobong, persis di depan lokasi PLTMH, nampak deretan warung menjajakan buah nanas. Desa Lobong memang terkenal sebagai sentra penghasil nanas di Sulawesi Utara.

Setelah mengambil helm dan tanda pengenal, detikFinance dan rombongan diajak menengok sungai Mongondow yang merupakan sumber energi PLTMH Lobong. Dari sungai ini, air dibendung dan dialirkan melalui intake saluran pembawa lalu masuk ke pipa pasat untuk memutar turbin.

Putaran turbin tersebut akan memutar rotor generator, sehingga terbentuk energi listrik. Sebelum dialirkan ke masyarakat, tegangan listrik dari generator akan dinaikkan sesuai tegangan jaringan dengan menggunakan trafo step up.

“Debit air maksimal 6,5 meter kubik per detik. Saat ini debit air lagi tinggi karena April-Mei curah hujan cukup tinggi. Jadi, sepanjang air tersedia kita operasikan, tidak ada istilah stop,” ujar Nimrod, Manajer Area PLN Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Nimrod, Kamis (26/5/2016).

Selanjutnya, rombongan diajak melihat turbin dan generator PLTMH Lobong serta ruang kontrol. Turbin dan generator di PLTMH ini dibuat oleh perusahaan listrik Chongqing Electric Machine Federal Ltd, asal China. Kerja turbin dan generator ini dipantau dari ruang kontrol yang dijaga tiga orang dalam 3 shift selama 24 jam.

Kehadiran PLTMH ini telah membantu sekitar 1.700 keluarga yang tersebar di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Passi Barat dan Passi Timur di Kabupaten Bolaang Mongondow, bisa menikmati listrik hingga 24 jam sehari.

Sebelum ada PLTMH Lobong, dua kecamatan ini selalu menjadi sasaran pemadaman saat terjadi defisit daya listrik.

“Dua kecamatan ini sekarang jarang terjadi padam, jadi 1×24 jam listrik ada terus,” tutur Masrifan, Koordinator PLTMH Lobong.

Sumber: Detik.com