Cirebon -Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, hari ini menyambangi Pabrik Gula (PG) Sindang Laut yang dikelola PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Kunjungannya kali ini untuk memantau langsung kegiatan produksi gula dalam negeri, yang kabarnya tengah mengalami keterpurukan.

Direktur Utama RNI, Didik ‎Prastyo mengatakan, dari tiga pabrik yang dikelola perusahaan lewat anak usahanya yakni PT Rajawali II, satu di antaranya tak lagi beroperasi sejak 3 tahun lalu.

“Rajawali II punya tiga pabrik gula yang dikelola di wilayah Cirebon yaitu PG Sindang Laut, PG Tersana, dan PG Karangsuwung. Sejak 3 tahun lalu, PG Karangsuwung sudah tidak berproduksi lagi,” ujar Didik, saat mendampingi kujungan Menteri Rini, Jumat (16/10/2015).

Padahal, kata Didik, saat ini produksi gula tebu nasional punya potensi yang besar. Sayangnya, serbuan gula impor ilegal yang sempat terjadi beberapa waktu lalu membuat gula produksi dalam negeri tak kuasa bertahan.

Untuk itu, menurutnya, pemerintah perlu turun tangan untuk memberikan dukungan ke pada industri gula nasional agar bisa bangkit. “Makanya saya tunjukkan ke Bu Rini, ini loh kita masih bisa kok. Industri gula itu tidak boleh mati, kalau sampai mati, bukan hanya pekerja pabrik yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga puluhan ribu petani tebu,” sambung dia.

Terkait pabrik gula yang dikelola dua anak usahanya tersebut, Didik menjelaskan, pihaknya tengah menyiapkan rencana pengembangan.‎ Ada dua rencana yang disiapkan.

“Apakah saya mau kembangkan 2 pabrik atau ketiganya ditutup, kemudian saya bikin satu baru saja. Hal ini guna mengembangkan dana memajukan PG saat ini,” jelasnya.

Didik menjelaskan, jika melebur ketiga PG yang kemudian dibuat satu pabrik baru dibutuhkan dana Rp 2 triliun. Pabrik gula hasil penggabungan ini akan memiliki kapasitas produksi 6.000 ton tebu per hari (tcd).

Sementara, bila opsi revitalisasi terhadap 2 PG tersisa yang masih beroperasi diambil, maka dana yang diperlukan adalah Rp 475 miliar.

“Kalau revitalisasi, dua pabrik itu kapasitasnya jadi 6.500 tcd dari 4.200 tcd. PG Tersana naik dari 2.500 tcd menjadi 4.000 tcd, dan PG Sindang Laut dari 1.800 tcd menjadi 2.500 tcd,” kata dia.

 

sumber : detik.com