12mar15bPeretas sepertinya tak pernah kehabisan ide menggerogoti perangkat elektronik. Temuan baru mengungkap, jenis malware termutakhir mampu memata-matai pengguna smartphone bahkan setelah pengguna menekan tombol power off untuk mematikan perangkat.

Dilansir KompasTekno, Senin (23/2/2015) dari YahooTech, temuan tersebut datang dari perusahaan program antivirus, AVG.

Menurut tim AVG, saat pengguna smartphone yang sudah terjangkit malware tersebut menekan tombol power off, sesungguhnya ponsel tak benar-benar mati. Hanya layar ponsel, suara, dan lampu notifikasi yang mati.

Nah, di saat seperti ini, malware yang dimaksud akan mengelabui pengguna. Program mata-mata tersebut dilaporkan dapat melakukan panggilan, memotret, serta mengirim dan menerima pesan pada saat pengguna menganggap smartphone-nya telah mati.

Tentunya penemuan ini mengejutkan sekaligus meresahkan. Pasalnya, selama bertahun-tahun peretas dianggap hanya dapat memata-matai smartphone saat dalam keadaan menyala atau power on.

Namun, tak perlu khawatir berlebihan. Malware jenis ini hanya tersemat di dalam aplikasi yang tersedia di toko-toko aplikasi buatan Tiongkok. Jadi, jika pengguna tak pernah mengunduh aplikasi pihak ketiga dari toko aplikasi Tiongkok, maka pengguna boleh sedikit berlega.

Sejauh ini, toko aplikasi Google Play Store dilansir aman dari malware tersebut. Lagipula, sejak pertengahan tahun lalu Google telah memperkuat sistem operasinya dari serangan peretas. Kini, sebelum dan sesudah mengunduh aplikasi apapun dari Google Play Store, pengguna dapat memindai aplikasi tersebut agar bebas dari malware.

Jika pengguna terlampau takut atas kemungkinan diserang oleh malware jenis ini, melepas baterai ketika ingin benar-benar mematikan smartphone dapat dijadikan pilihan.

sumber:kompas