VIVA.co.id – Kepala Departemen Komunikasi dan Humas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Irfan Humaidi, meminta iuran kesehatan ditingkatkan.

“Kami terus komunikasi. Tahun depan diharapkan ada penyesuaian iuran. Kami kan ada experience,” kata Irfan, ketika dihubungi VIVA.co.id, di Jakarta, Selasa, 25 Agustus 2015.
Seperti yang diketahui, BPJS Kesehatan mencatat penerimaan iuran sebesar Rp40 triliun, sedangkan pembayaran manfaat sebesar Rp42,6 triliun pada tahun 2014.
Pada akhir tahun ini, instansi ini pun memperkirakan ada potensi perbedaan penerimaan iuran dengan pembayaraan manfaat sebesar Rp6 triliun yang berasal dari penerimaan iuran sebesar Rp55 triliun dan pembayaran manfaat Rp61 triliun.
Selain itu, pihaknya juga ingin agar ada perbaikan regulasi. Dia menyebutkan penerima iuran yang tak membayarkan iuran selama enam bulan, masih bisa menerima manfaat.
Usai enam bulan, ungkapnya, penerima bantuan iuran kalau tak membayarkan iuran, tak lagi mendapatkan manfaat BPJS Kesehatan. Instansi ini ingin agar waktunya dipersingkat menjadi sebulan.
“Seharusnya tidak menunggu enam bulan, lalu diberhentikan,” kata dia.
Sumber: Viva.co.id