dolar penguat jelang data manufaktur asDolar memperpanjang gain dengan Index berjangka Standard & Poor 500 turun karena data ekonomi AS mendorong outlook suku bunga ke level yang lebih tinggi. Saham Asia melemah, dipimpin oleh penururunan di Hong Kong ditengah protes pro-demokrasi di kota tersebut.

Indeks Hang Seng turun 2,2% pada 07:11 di London, menghapus gain untuk tahun ini dan menyeret Indeks MSCI Asia Pacific menuju penurunan 0,8%. Kontrak pada indeks Euro Stoxx 50 naik 0,2% jelang pertemuan European Central Bank (ECB) pekan ini. Kontrak S&P 500 turun 0,3%. Indeks Spot Dollar Bloomberg naik 0,2%, naik untuk hari ketujuh, sementara Mata uang Selandia Baru siap untuk penurunan tiga hari tertajam dalam tiga tahun terakhir. Sementara minyak di New York tergelincir 0,6%.

Indeks acuan Hong Kong anjlok sebanyak 2,5% setelah polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa menuju hari libur nasional pekan ini yang akan menutup pasar saham di kota tersebut pada 1 Oktober dan 2 Oktober Ekonomi AS tumbuh di laju tercepat sejak 2011 di kuartal kedua, memicu meningkatnya spekulasi suku bunga federal Reserve. Pacific Investment Management Co, yaitu co-founder Bill Gross, mengatakan pihaknya melihat pertumbuhan lebih lambat di China dan risiko negatif di Australia.

Sumber: Bloomberg