Equityworld futures-Stigma beras dengan kualitas rendah sering melekat pada beras rastra (beras sejahtera), sebelumnya bernama raskin. Buruknya kualitas beras rastra ini tak lepas dari proses penyimpanan di gudang Bulog yang dianggap tidak layak dan tak banyak inovasi.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi IV DPR, Edy Prabowo, dalam Rapat Dengar Pendapat ( RDP) dengan Perum Bulog hari ini, Kamis (16/6/2016).

“Tidak ada inovasi di gudang Bulog. Apa karena ganti-ganti direktur, kenapa masih pakai karung ditumpuk-tumpuk. Di negara yang sudah lebih maju pakai silo. Saya kira lebih tahan lama berasnya, baru dimasukkan ke karung kalau mau dikirim,” jelas Edy saat RDP di Gedung DPR, Jakarta.

“Lahan Bapak (Dirut Bulog) kan luas, di tengah kota lagi, tapi malah kosong melompong. Pertanyaan selalu sama, raskin jelek, berbau, ada kutunya, harus ada sistem, apa benar Kepala Gudang Bulog sudah benar,” tambahnya.

Anggota Komisi IV lainnya, Daniel Djohan, mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya sejak puluhan tahun hampir tak ada perubahan dalam sistem penyimpanan beras Bulog.

“Bayangkan cadangan pemerintah yang disimpan Bulog Rp 22 triliun beras semua, tapi cara simpan seperti itu, wajar lembab dan rusak. Paling tidak simpan dalam gabah dulu, atau kalau beras pakai silo,” ujar Daniel.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Bulog, Djarot Kusumayakti, mengungkapkan pihaknya sebenarnya telah melakukan berbagai terobosan guna mengurangi kerusakan pada beras Bulog, khususnya beras rastra.

“Kualitas raskin nggak pernah selesai dan akan terus muncul. Beberapa hal sudah dan akan dilakukan, mulai dari sejak datangnya beras. Bisa karena sudah rusak pas datang, bisa rusak pas di gudang kami, juga bisa rusak di penyimpanan saat di distribusi,” ungkapnya.

Djarot melanjutkan, pihaknya juga berencana membangun penyimpanan dalam silo untuk beras. Dana pembangunannya direncanakan akan berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 2 triliun yang baru-baru ini diajukan ke DPR.

“Memang harus diakui ada (beras rusak). Makanya kita ajukan PMN dimana penggunaannya salah satunya bangun silo,” kata Djarot.

 

 

Sumber: Detik.com