Equity World Futures – Presiden Rusia, Vladimir Putin turut menyampaikan duka cita kepada keluarga korban pembantaian Orlando. Ucapan duka cita itu disampaikan Putin melalui telegram  yang ditujukan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama.

Kremlin menuturkan, dalam telegram yang dikirimkan kepada Obama, Putin menyampaikan duka cita yang mendalam. Putin juga mendoakan bagi yang menderita luka-luka akibat serangan agar segera pulih.

“Dalam sebuah telegram ucapan belasungkawa, Kepala Negara Rusia menekankan, bahwa Rusia turut merasakan rasa sakit dan kesedihan mereka yang kehilangan orang yang mereka sayangi, akibat kejahatan barbar ini dan berharap bagi mereka yang menderita luka-luka untuk segera pulih,” kata pernyataan itu .

Pembantaian di Orlando sendiri terjadi di sebuah klub gay, bernama gay Pulse. Penembakan membabi buta ihi dilakukan oleh Omar Mateen seorang warga AS keturunan Afghanistan. Mateen, menurut keterangan sang ayah, Seddique Mateen, nekat beraksi karena melihat dua pria berciuman di Miami dua bulan lalu.

Obama dalam pernyataannya menyebut aksi pembantaian di Orlando sebagai tindakan yang disebabkan oleh kebencian. Obama juga menyebut bahwa insiden di Orlando sebagai pembantaian paling mengerikan dalam sejarah AS.

Banyaknya korban tewas dalam serangan di Orlando, yakni mencapai 50 orang melampuai jumlah korban tewas dalam pembantaian di Tech University Virginia tahun 2007 yang mencapai 32 orang.

Sumber : International.sindonews.com