Jakarta, Beritasatu.com – Ekspor Laku Keras, Laba Integra Indocabinet Melesat 88%,  PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) membukukan peningkatan laba bersih sebesar 88,08% menjadi Rp 355,99 miliar pada akhir kuartal-III 2021. Periode yang sama tahun sebelumnya untung perseroan hanya Rp 189,28 miliar. Kinerja positif sebagian besar ditopang oleh sektor manufaktur.

Dalam laporan keuangan yang dikutip oleh Investor Daily terungkap, segmen penjualan ekspor pada produk-produk building component menyumbang sebanyak Rp 2,08 triliun terhadap total pendapatan. Jumlah itu melesat hingga 99,73% dari akhir September 2020 Rp 774,48 miliar.

Masih dalam segmen ekspor, pertumbuhan juga dicatatkan pada dua sektor yakni set up dan knock down, masing-masing berkontribusi sebanyak Rp 617,74 miliar dan 678,49 miliar. Turut meningkat 35,88% dan 91,36%.

Berbalik, penjualan lokal perseroan justru mengalami penurunan. Tercatat segmen building component, set up dan knock down masing-masing berjumlah Rp 63,61 miliar, Rp 41,99 miliar dan Rp 5,04 miliar. Kontribusinya turun 24,54%, 43,03% dan 55,44%. Terakhir, pemasukan dari sektor kehutanan juga alami hal yang sama, turun 71,13% menjadi Rp 30,03 miliar.

Dengan demikian jumlah penjualan bersih selama kuartal-III 2021 Integra Indocabinet mencapai Rp 3,52 triliun, melesat 90,27% dari sebelumnya Rp 1,85 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Meningkatnya penjualan itu, otomatis membuat beban pokok penjualan terkerek 90,32% menjadi Rp 2,36 triliun dari Rp 1,24 triliun. Sehingga laba bruto yang diperoleh berjumlah Rp 1,15 triliun.

Sementara itu, total aset tercatat sebanyak Rp 6,48 triliun, meningkat 10,77% yang terdiri dari aset lancar Rp 4,04 triliun dan aset tidak lancar Rp 2,44 triliun. Sedangkan liabilitas berjumlah Rp 3.04 triliun, juga naik 5,19% bila dibandingkan dengan liabilitas akhir Desember 2020 yaitu Rp 2,89 triliun.

Kinerja positif dari Integra Indocabinet, terutama dari penjualan pasar ekspor ini, sejalan dengan sentimen anti-dumping yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap produk-produk dari Tiongkok. Bahkan, perseroan menaikkan target penjualan menjadi Rp 3,7 triliun pada akhir tahun 2021, dari sebelumnya Rp 3,6 triliun.

Berdasarkan arsip Investor Daily, Direktur integra Indocabinet Wang Sutrisno menjelaskan, penjualan furnitur perseroan pada pasar ekspor seperti Amerika Serikat (AS) akan ditopang oleh sentimen perang dagang yang sedang terjadi antara AS dan Tiongkok. Semisal, kebijakan anti dumping yang dilakukan As terhadap produk-produk dari Tiongkok.

“Hal ini, kami manfaatkan dengan memperbesar penetrasi produk di AS, dengan memproduksi substitusi untuk produk-produk dari Tiongkok yang terkena anti-dumping,” jelasnya kepada Investor Daily.

Selain itu, adanya kebijakan work from home (WFH) juga menjadi salah satu faktor perseroan melakukan revisi naik target penjualan. Adanya WFH membuat masyarakat cenderung untuk menyisihkan pendapatan untuk memperbarui furnitur rumah, sehingga akan berimbas pada meningkatnya penjualan perseroan.

“Di sisi lain, potensi dari industri kayu juga masih potensial, sejalan dengan material kayu yang baik dan juga harga bahan baku yang terbilang lebih stabil dibanding negara lainya,” ujarnya.

Menurut Wang, setelah sebelumnya pasar furnitur AS dikuasai oleh Tiongkok, kini dengan adanya kebijakan yang sebelumnya disebutkan, mengurangi jumlah negara pesaing bisnis dari perseroan. Beberapa hari perayaan AS seperti Thanksgiving, Black Friday yang akan datang pada semester kedua diharapkan menumbuhkan pembelian produk dari perseroan.

Selain itu, perseroan juga berupaya meningkatkan efisiensi dengan memperbesar ekspor produk knock-down karena volume yang bisa dikirim bisa lebih banyak dari produk fully assembly. Lalu, untuk menjaga ketepatan waktu distribusi, perseroan juga menjalin hubungan yang baik dengan perusahaan shipping line agar kontainer yang dibutuhkan selalu tersedia.

“Kami juga tetap melakukan diversifikasi pasar. Selain ke Amerika juga ke Jerman dan Inggris. Namun pasar di Jerman masih jauh dibanding dengan Amerika, atau 5-6 kalinya pasar Jerman,” tuturnya.

 

Sumber: Investor Daily

Equityworld Futures

PT Equityworld

Equity World

PT Equity