tengahEmas naik dari level terendahnya dalam sepekan terakhir akibat pelemahan dolar terkait spekulasi para pengambil kebijakan akan menahan kenaikan tingkat suku bunga acuan.

Emas pangkas penurunan terbesarnya dalam sepekan terakhir sejak April lalu seiring dengan bervariasinya rilis data ekonomi yang mendorong investor untuk kembali perkiraan kenaikan tingkat suku bunga acuan AS untuk pertama kalinya. Tingginya suku bunga dapat meredam daya tarik emas yang umumnya menawarkan keuntungan melalui kenaikan harga. Ketua The Fed akan berpidato terkait ekonomi hari ini.

Emas untuk pengiriman Juni naik sebesar 0,6 persen ke level $1,211.30 per ons pukul 7:59 di Comex di New York. Harga emas turun sebesar 1,1 persen pekan ini dan menyentuh level terendah sejak 13 Mei pada hari Kamis kemarin. Bullion untuk pengiriman segera naik sebesar 0,5 persen ke level $1,210.88, menurut harga generik Bloomberg.

Emas menguat ke level tertingginya dalam tiga bulan terakhir pada hari Senin lalu, sebelum kembali turun terkait tanda-tanda pulihnya pasar perumahan AS. Data AS juga juga menunjukkan klaim pengangguran turun ke level terendah dalam 15-tahun terakhir, sementara kinerja manufaktur tetap hangat. Risalah pertemuan terakhir The Fed menunjukkan banyak pejabat yang menganggap kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan Juni terlalu cepat.

Kepemilikan emas ETF naik untuk pertama kalinya pada pekan ini, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg. Emas ETF meningkat 1 ton ke 1,604.1 ton, rebound dari level terendah sejak Januari lalu.

Perak untuk pengiriman Juli naik sebesar 0,7 persen ke level $ 17,25 per ons, pemangkasan penurunan mingguan pertama dalam empat pekan terakhir.

Platinum untuk pengiriman Juli naik sebesar 0,4 persen ke level $1.157 per ons. Palladium untuk Juni turun sebesar 0,3 persen ke level $ 773,50 per ons.

Sumber: Bloomberg