Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan 4 orang anggota Brimob Polri yang pernah menjadi ajudan Sekretaris

MA Nurhadi telah diperiksa secara internal. Hasil dari pemeriksaan akan dibicarakan setelah Operasi Tinombala selesai.

“Sudah sudah, itu sudah kita periksa internal tapi kita akan komunikasikan nanti setelah operasi kita akan diskusikan,” ujar

Kapolri di KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Jumat (19/8/2016).

Walau tak menjelaskan secara spesifik siapa saja yang melakukan pemeriksaan, namun Kapolri mengatakan keempatnya

diperiksa untuk kepentingan berkas dan pengembangan penyelidikan.

“Karena ini kan untuk kepentingan berkas untuk maju, ini dalam rangka pengembangan penyelidikan,” ucap Kapolri.

Keempat eks ajudan ini telah beberapa kali dipanggil KPK, namun tak pernah hadir. Belakangan diketahui bahwa mereka

sedang bertugas dalam operasi Tinombala. Empat orang itu merupakan saksi kunci dalam kasus suap Panitera PN Jakpus Edy
Nasution yang belakangan juga nama Nurhadi disebut-sebut.

Keempat ajudan itu adalah:

1. Brigadir Polisi Ari Kuswanto.
2. Brigadir Polisi Dwianto Budiawan.
3. Brigadir Polisi Fauzi Hadi Nugroho.
4. Ipda Andi Yulianto.

Di tengah pusaran ini, Nurhadi akhirnya mundur dari jabatannya dan PNS MA sejak 1 Agustus 2016.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan 4 orang anggota Brimob Polri yang pernah menjadi ajudan Sekretaris
MA Nurhadi telah diperiksa secara internal. Hasil dari pemeriksaan akan dibicarakan setelah Operasi Tinombala selesai.

“Sudah sudah, itu sudah kita periksa internal tapi kita akan komunikasikan nanti setelah operasi kita akan diskusikan,” ujar

Kapolri di KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Jumat (19/8/2016).

Walau tak menjelaskan secara spesifik siapa saja yang melakukan pemeriksaan, namun Kapolri mengatakan keempatnya

diperiksa untuk kepentingan berkas dan pengembangan penyelidikan.

“Karena ini kan untuk kepentingan berkas untuk maju, ini dalam rangka pengembangan penyelidikan,” ucap Kapolri.

Keempat eks ajudan ini telah beberapa kali dipanggil KPK, namun tak pernah hadir. Belakangan diketahui bahwa mereka

sedang bertugas dalam operasi Tinombala. Empat orang itu merupakan saksi kunci dalam kasus suap Panitera PN Jakpus Edy
Nasution yang belakangan juga nama Nurhadi disebut-sebut.
sumber : detik.com