twiterRaksasa jejaring sosial, Twitter, memperkenalkan fitur baru yang mengizinkan pemasang iklan menargetkan pengguna berdasarkan bahasa mereka.

Pengguna Twitter terbesar berada di luar AS dan perusahaan berlambang burung itu mengatakan fitur baru ini akan membantu para pengiklan untuk menjangkau mereka.

“Menargetkan pengguna bahasa (lain) dapat menguntungkan pemasar yang ingin menjangkau pembaca global dengan pesan khusus dalam bahasa mereka, atau mereka yang tinggal di negara dengan populasi yang menggunakan banyak bahasa,” demikian penjelasan perusahaan.

Perusahaan tersebut mengatakan fitur baru ini akan mencakup 20 bahasa yang berbeda.

Twitter telah memberikan fasilitas kepada para pengiklan untuk menargetkan pasar berdasarkan ketertarikan, kata kunci, jenis kelamin, dan geografi.

“Para pengiklan sekarang dapat menargetkan kicauan yang dipromosikan sekaligus mempromosikan akun dalam bahasa yang dimengerti oleh pembaca mereka. Pengguna juga dapat melihat iklan yang sangat relevan dalam bahasa mereka,” jelas Nipoon Malhotra, manajer produk group – dalam blognya.

Langkah ini merupakan upaya Twitter untuk menarik lebih banyak pengiklan.
Iklan merupakan sumber pendapatan utama Twitter – sekitar 90% pada triwulan pertama tahun ini.

Jejaring sosial seperti Twitter beberapa waktu ini mengalami pertumbuhan yang melambat.

Dalam laporan finansial terbarunya, Twitter mengatakan jumlah pengguna per bulannya naik 5,8% dalam tiga bulan pertama tahun ini ketimbang triwulan sebelumnya.

Angka pertumbuhan tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan perkiraan sebagian besar analis.

Pada saat yang sama, muncul kekhawatiran terhadap kemampuan perusahaan untuk mewujudkan basis pengguna mereka menjadi uang. Dalam kasus Twitter, perusahaan melaporkan penurunan rugi bersih sebesar US$132juta atau Rp1,5 trilliun dalam triwulan terakhir.

Kondisi itu menyebabkan, perusahaan-perusahaan jejaring sosial mencari jalan untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Sumber : BBC