Misteri Prioritas Eksekusi Mati: Antara Freddy Budiman, Ola dan Serge
Equityworld Futures

Freddy Budiman telah dieksekusi mati, tapi proses eksekusi itu masih banyak menimbulkan misteri.

Dari mengapa hanya 4 yang dieksekusi dari 14 orang yang sudah diisolasi hingga prioritas terpidana mati yang dieksekusi.

Dalam catatan detikcom, Senin (1/8/2016), Jaksa Agung HM Prasetyo mengantongi seratus nama lebih daftar terpidana mati,

sebagian besar dari kasus narkoba. Dari nama-nama itu, beberapa nama melakukan kejahatan dalam satu kasus dan semuanya dihukum mati.

Sebutlah Freddy Budiman. Ia awalnya dibekuk karena kasus impor 1,4 juta pil ekstasi dari China ke Indonesia yang disarukan

dalam paket akuarium dan dikirim lewat jalur laut. Tapi siapakah pemilik 1,4 juta pil ekstasi itu? Selidik punya selidik, paket itu
milik Chandra Halim. Freddy dan Chandra bertemu di dalam sel penjara Nomor 16 LP Cipinang.

Di dunia kejahatan, kasta Chandra lebih tinggi karena ia terpidana seumur hidup kasus narkoba.

Sedangkan Freddy hanya terpidana 9 tahun penjara di kasus narkoba.

Chandra sebagai pemilik 1,4 juta pil ekstasi meminta bantuan Freddy untuk mengurus barang itu dari proses impor hingga

mengedarkan barang itu ke konsumen di tanah air. Keuntungan paket senilai Rp 4 miliar itu akan dibagi di antara mereka berdua.

Setelah terungkap, Chandra hukumannya bertambah yaitu hukuman seumur hidup dan hukuman mati.

Adapun Freddy hukumannya juga bertambah menjadi hukuman 9 tahun penjara dan hukuman mati.

Meski kasta Chandra dalam kartel narkoba lebih tinggi,

tapi Jaksa Agung HM Prasetyo memilih mengeksekusi mati terlebih dahulu Freddy. Chandra kini masih meringkuk di LP Cipinang.

Soal keanehan skala prioritas ini juga terlihat dalam kasus Ola. Perempuan yang dipanggil ‘Jenderal’ di antara teman-teman LP

Wanita Tangerang itu dihukum mati dalam kasus rencana ekspor 6,5 kg heroin ke Inggris pada awal medio 2000-an.
Dalam aksi itu, Ola merekrut saudaranya, Rani dan Dani sehingga Ola berada dalam puncak struktur karena sebagai perekrut dan perencana.

sumber : detik.com