Equity World Futures – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Tengah menyiapkan uang Rp 19 triliun untuk persiapan di bulan Ramadan dan Idul Fitri 1437 H. Jumlah kebutuhan uang tunai termasuk penukaran uang di Jawa Tengah diprediksi akan naik dari tahun sebelumnya.

Kepala KPw BI Provinsi Jateng, Iskandar Simorangkir mengatakan, KPw BI se-Jateng yaitu KPw Provinsi Jateng, Solo, Purwokerto, dan Tegal sudah menyiapkan Rp 19 triliun untuk digelontorkan karena proyeksi peningkatan kebutuhan uang tunai di bulan Ramadan tahun ini meningkat 9,7% dari bulan Ramadan tahun lalu dengan jumlah Rp 17,1 triliun.

“Kenapa lebih besar? Karena gaji ke-13 dan 14 PNS dibayarkan bulan Juni dan Juli sehingga kebutuhan uang tunai meningkat. Tidak terlepas juga tahun 2016 ini liburannya lebih banyak dari tahun lalu sehingga orang lebih butuh banyak uang dalam dompetnya,” kata Iskandar, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (8/6/2016).

Terkait persiapan penukaran uang menjelang Idul Fitri, Iskandar menjelaskan, tren pecahan uang yang paling banyak diminati di Jawa Tengah yaitu pecahan Rp 10.000 sebanyak 29%, Rp 20.000 sebanyak 24%, dan pecahan Rp 5.000 sebanyak 24%. Pada tahun 2015, jumlah penukaran uang di Jawa Tengah mencapai Rp 215 miliar.

Oleh sebab itu, KPw BI Provinsi Jawa Tengah melakukan langkah-langkah untuk melayani masyarakat untuk menukarkan uang. Yaitu dengan membuka loket penukaran uang mulai tanggal 20 hingga 30 Juni 2016 di loket kantor Bank Indonesia.

“Waktu penukaran hari Senin sampai Kamis jam 08.00 sampai jam 12.00. Agar tidak crowded dibatasi 800 orang per hari, itu sudah cukup banyak,” terang Iskandar.

BI juga bekerja sama dengan perbankan lainnya untuk membuka penukaran uang dalam hal ini bank-bank yang ada di Kota Semarang. Selain itu, akan dibuka juga tempat penukaran uang di halaman Wonderia Semarang, Jalan Sriwijaya.

“Dengan perbankan akan membuat penukaran bersama di area parkir Timur Wonderia Semarang tanggal 27 sampai 30 Juni pukul 09.00 sampai 12.00 WIB. Ada beberapa bank di sana,” tandasnya.

Iskandar menambahkan, instansi kantor pemerintahan, swasta, BUMN, TNI/Polri juga bisa melakukan penukaran secara kolektif di BI. Caranya dengan mengajukan surat permohonan penukaran uang ke BI dan akan dilayani hari Rabu.

“Tukarkan saja ke BI, jangan calo, risiko uang kurang atau palsu,” imbau Iskandar.

Sumber : detik.com