Jakarta -Maskapai di Indonesia yang terbang ke luar negeri lebih memilih mengisi bahan bakar avtur di luar negeri seperti di Bandara Changi, Singapura. Alasannya, karena harga avtur di Singapura jauh lebih murah.

Hal tersebut seperti diungkapkan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Budi Karya, dalam acara diskusi Deloitte, di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2015).

“Karena avtur tinggi (mahal), mereka tetap berangkat dari Jakarta. Kemudian dari Jakarta transit Singapura untuk isi avtur,” Kata Budi Karya.

Seperti diketahui, AP II merupakan perusahaan pengelola 13 bandara di Indonesia, salah satunya Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Sebelum ada protes-protes dari maskapai dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), harga jual avtur di Bandara Soetta lebih tinggi 22% daripada Bandara Changi. PT Pertamina (Persero) sebagai penyalur tunggal avtur sempat menurunkan harga di Bandara Soetta. Tapi harga avtur di Soetta masih terbilang tinggi.

“Sekarang (selisih) dengan Singapura 17%. Sebelumnya 22%,” ujarnya.

Bahkan kata Budi, harga avtur di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara jauh lebih mahal, selisih dengan harga avtur di Changi mencapai 36%.

Padahal Bandara Kualanamu sendiri rencananya sebagai hub wilayah Sumatera untuk penerbangan umroh, tapi rencana ini tidak berjalan mulus karena tingginya ongkos BBM. Akibatnya, penerbangan internasional dari Indonesia menumpuk di Bandara Soetta.

Kondisi ini bukan tanpa sebab. Maskapai cenderung memilih berangkat atau mengisi avtur pada bandara yang menawarkan harga avtur terendah.

“Avtur sendiri menyumbang 47% terhadap biaya penerbangan,” ujarnya.

Tak ingin kondisi berlarut-larut, AP II telah berkirim surat kepada Kementerian ESDM. AP II ingin distributor avtur di buka dan jangan dimonopoli sehingga tidak memicu kompetisi. Budi mengaku banyak perusahaan distributor avtur bersedia memasok di bandara-bandara milik AP II.

“Saya dapat info, Pertamina jual (avtur) di Singapura ikuti harga di sana. Di sana (Changi) ada kompetisi sehingga harga bisa lebih baik. Di airport dunia pun sama, ada kompetisi,” sebutnya.

sumber : detik.com