Jakarta -Bisnis batu bara makin tak bergairah, saat ini harga ’emas hitam’ ini terus anjlok diharga US$ 59,14/ton pada Agustus. Harga ini turun 0,02% dibandingkan harga Juli 2015 mencapai US$ 59,16/ton.

Seperti dikutip dari situs Kementerian ESDM, Senin (31/8/2015), harga batu bara saat ini anjlok 16% bila dibandingkan dengan harga bulan yang sama pada 2014. Di mana secara year on year harga batu bara Agustus 2014 mencapai US$ 70,29/ton.

Seperti diketahui, harga baru bara ini mengacu pada harga patokan batu bara dari 8 merek dagang batu bara utama yang umum dikenalkan dan diperdagangkan. Berikut daftar harga patokan 8 merek tersebut:

  1. Gunung Bayan I: 63,26 (turun 0,03% dibandingkan HPB Juli 2015)
  2. Prima Coal: 64,75 (turun 0,03% dibandingkan HPB Juli 2015)
  3. Pinang 6150: 58,50 (turun 0,03% dibandingkan HPB Juli 2015)
  4. Indominco IM_East: 48,58 (turun 0,02% dibandingkan HPB Juli 2015)
  5. Melawan Coal: 48,15 (turun 0,04% dibandingkan HPB Juli 2015)
  6. Enviro Coal: 45,94 (turun 0,02% dibandingkan HPB Juli 2015)
  7. Jorong J-1: 36,96 (turun 0,03% dibandingkan HPB Juli 2015)
  8. Ecocoal: 33,99 (turun 0,03% dibandingkan HPB Juli 2015)

Dalam hal penjualan batu bara dilakukan secara jangka tertentu (term), yaitu penjualan batu bara untuk jangka waktu 12 bulan atau lebih maka harga batu bara mengacu pada rata-rata 3 harga patokan batu bara terakhir. Pada bulan di mana dilakukan kesepakatan harga batu bara dengan faktor pengali yaitu:

  • fakor pengali 50% untuk Harga Patokan Batu bara bulan terakhir,
  • faktor pengali 30% untuk Harga Patokan Batu bara satu bulan sebelumnya, dan
  • faktor pengali 20% untuk Harga Patokan Batu bara dua bulan sebelumnya.

sumber : detik.com