Equity Word Futures – Harga gula saat ini sedang tinggi. Di Surabaya harga gula berada di kisaran Rp 16.000-Rp 17.000/kilogram (kg). Sedangkan di Jakarta, seperti dikutip pusat informasi harga pangan strategis Jakarta, harga gula rata-rata Rp 15.631, dengan harga tertinggi mencapai Rp 17.000/kg.

Menurut Sekretaris Asosiasi Gula Indonesia (AGI), Dwi Purnomo Putranto, situasi ini terjadi karena suplai dan permintaan di pasar tak seimbang. Selama pada periode Januari-April, tak ada produksi gula karena masa giling tebu sudah berakhir pada Oktober-November tahun lalu.

Setelah masa giling itu, produsen melepas semua gula ke pedagang. Masa giling tebu baru kembali berjalan pada pertengahan Mei atau awal Juni.

“Selama Januari-April sudah tak ada lagi pabrik gula produksi. Jadi, suplai di pasar hanya yang dipegang pedagang,” ujar Dwi kepada detikFinance, Senin (30/5/2016).

Selain itu, lonjakan harga ini juga terjadi karena produksi nasional belum sebanding dengan laju konsumsi. Produksi gula nasional mencapai 2,4 juta ton per tahun.

Sedangkan tingkat konsumsi mencapai 2,8 juta ton per tahun. Artinya masih ada defisit sekitar 400 ribu ton.

Mengacu pada dua kondisi itu, Dwi mengatakan, tentu saja terjadi kenaikan harga gula di pasar.

“Yang jelas pasti ada kenaikan. Januari-April nggak ada produksi karena sudah giling di tahun sebelumnya. Kemungkinan barang di pedagang sudah menipis karena padagang tak ada suplai, tidak ada impor. Jadi, antara supply and demand tidak seimbang,” tutur Dwi.

Sumber : Detik.com