Jakarta -Jelang Lebaran Idul Adha 1346, sejumlah pedagang sapi dadakan mulai menjamur di beberapa titik kota besar seperti Jakarta. Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung ukuran dan kualitas sapi kurban.

Kendati demikian, rupanya harga sapi siap potong antara sapi kurban dengan harga sapi di perusahaan penggemukan sapi (feedloter) jauh berbeda.

Dari pantauan detikFinance di sejumlah pusat penjualan sapi di Jakarta, harga sapi hidup berkisar antara Rp 50.000-60.000/kg. Sementara, harga sapi hidup yang dijual perusahaan feedloter pada rumah potong hewan (RPH) berkisar Rp 38.500/kg. Sejumlah feedloter pun juga menjual sapi khusus kurban, namun dengan harga berbeda.

“Harga sapi kurban di pinggir-pinggir jalan Rp 56.000/kg saya rasa wajar. Kita juga menjual khusus untuk kurban, tapi tidak banyak, kurang dari 500 ekor. Harganya Rp 55.000/kg sapi hidup untuk kurban. Kalau yang dilepas untuk RPH Rp 38.500/kg,” terang Alfian, salah seorang staf PT Lembu Jantan Perkasa, perusahaan feedloter yang memiliki peternakan sapi di Serang, Banten, ketika dihubungi detikFinance, Minggu (6/9/2015).

Menurut Alfian, harga sapi hidup yang berbeda tersebut karena biaya pemeliharaan sapi untuk kurban jauh lebih mahal ketimbang sapi yang digemukan untuk dijual ke RPH.

“Beda harga karena cost pemeliharaan berbeda. Kalau untuk kurban pemeliharaan lebih mahal, selain itu ada tambahan biaya untuk iklan, pakan, pengangkutan, dan biaya lain-lain yang tidak dibebankan pada sapi yang dijual ke RPH,” ujarnya.

Pemeliharaan pada sapi kurban, kata Alfian, membutuhkan perhatian khusus dibanding sapi potong untuk RPH.

“Berbeda lah. Seperti misalkan kalau sapi kurban kita mandikan terus, kalau yang buat RPH mau kotor pun nggak kita mandikan,” ungkap Alfian.

Selain itu, menurutnya, sapi kurban yang dipelihara perusahaan feedloter berasal dari sapi lokal, bukan sapi impor yang memang diperuntukan untuk RPH.

“Sapi-sapi untuk kurban kita tidak banyak, untuk langganan saja, dan biasanya dari sapi lokal. Kalau yang dijual ke RPH kan yang sapi impor yang kita gemukan di peternakan,” pungkas Alfian.

sumber : detik.com