Equityworld Futures -Kalangan artis seringkali mengeluh lantaran ditagih pajak dalam jumlah yang fantastis padahal

mereka merasa honor ‘manggung’ yang telah diterimanya telah dipotong pajak.

Anggota Tim Sosialisasi Amnesti Pajak, Sirmu menjelaskan, memang ada kondisi yang menyebabkan para artis tetap berutang

pajak padahal pendapatan mereka sudah dilaporkan.”Misalkan ada artis sudah dipotong 15% saat mereka terima honor. Apakah mereka masih mungkin berutang pajaknya? Saya

katakan, sangat mungkin,” ujar Sirmu dalam sosialisasi tax amnesty di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (23/8/2016).Pajak terutang bisa saja timbul lantaran pajak yang dibayarkan dianggap masih kurang. Hal ini timbul karena setiap besaran

pendapatan punya besaran potongan pajak yang berbeda.Sesuai dengan Pasal 17 ayat 1, Undang-Undang No. 36 tahun 2008, tarif pajak penghasilan pribadi perhitungannya dengan menggunakan tarif progresif.

Penghasilan sampai dengan Rp 50 juta/tahun akan dikenakan pajak 5%, penghasilan Rp 50-250 juta/tahun dikenakan pajak

15%, penghasilan Rp 250-500 juta/tahun dikenakan pajak 25% dan untuk penghasilan di atas Rp 500 juta/tahun dikenakan pajak Rp 30%.”Misalkan, artis setiap kali manggung sudah dipotong 15%. Tapi dalam setahun kan penghasilan kita nggak cuma sekali.

Bisa saja setelah digabung-gabung selama setahun ternyata penghasilannya lebih dari Rp 500 juta. Itu kan pajaknya nggak 15%
lagi, tapi sudah 30%. Artinya, kalau setiap manggung sudah dipotong 15%, mereka tetap ada utang 15% lagi karena setelah diakumulasi setahun ternyata pajak yang dibayarkan dari potongan itu masih kurang,” tandas dia.Sebelumnya artis sekaligus anggota DPR RI, Anang Hermansyah berbagi cerita tentang pengalamannya yang pernah ditagih

sumber : detik.com