Equity World Futures -Ciputra Group berencana menjual aset real estate-nya dengan menerbitkan Real Estate Investment Trusts (REITs) alias Dana Investasi Real Estate (DIRE) jika pemerintah telah menurunkan biaya penerbitan DIRE menjadi 1,5%. Biaya untuk menerbitkan DIRE di Indonesia saat ini terdiri atas dua hal yaitu Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) 5% dan Pajak Penghasilan (Pph) 1%.

“Kita kan memang ada aset-aset komersial cuma memang kan kita menunggu peraturannya. Antara lain kan pajak ini tadi sosialisasi Peraturan Pemerintahnya juga belum keluar, kemudian BPHTB-nya semua. Semua ini sebenarnya kita melihat kalau cukup rendah dan cukup efisien investornya juga tertarik,” jelas Direktur Keuangan PT Ciputra Development Tbk (CTRA), Tulus Santoso Brotosiswojo dalam acara Lokakarya DIRE di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (30/5/2016).

Ciputra Group berencana menjual aset propertinya melalui DIRE sebesar Rp 15 triliun. Aset yang ditawarkan Ciputra Group digabung dan terdiri atas mal, hotel, rumah sakit, dan perkantoran.

“Aset kita komersial kira-kira Rp 15 triliun lah total ya. Itu aset komersial secara potensi ya Rp 15 triliun,” ujar Tulus.

Menurutnya, yield atau imbal hasil dari DIRE saat ini masih kurang kompetitif dibandingkan instrumen keuangan lainnya seperti Surat Utang Negara (SUN), obligasi, dan deposito dengan tingkat yield yang sama sebesar 8%. Dengan tingkat imbal hasil yang berkisar 8%, DIRE masih kurang diminati lantaran rawan bergejolak di pasar.

“Sekarang yield kan kalau tingkat bunganya masih seperti sekarang yield dari DIRE kurang menarik. Karena sekarang SUN kan kira kira 8% sehingga kalai yield-nya kalau kurang dari 8% orang pilih SUN saja atau deposito,” kata Tulus.

Dalam tahap awal setelah penerbitan DIRE, nantinya Ciputra akan menjual aset real estate-nya secara bertahap dari total aset Rp 15 triliun.

“Tergantung marketnya juga mungkin tahun pertama bisa Rp 1 triliun atau Rp 2 triliun kan bisa bertahap. Tadi total potensi Rp 15 triliun,” tutur Tulus.

Sumber : detik.com