Jakarta -Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gorontalo berkapasitas 100 MW bakal pertama yang beroperasi dari rencana mega proyek listrik 35.000 MW hingga 2019.

PLTG Gorontalo dikerjakan oleh PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Pembangkitan Sulawesi (UIP XII). PLTG ini jadi program pembangunan pembangkit 35.000 MW yang menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla di sektor ketegalistrikan

“Kami optimistis bahwa PLTG Gorontalo tahap pertama sebesar 50 MW akan bisa dioperasikan untuk menyuplai kebutuhan listrik sistem Sulawesi Utara dan Gorontalo pada akhir bulan Desember 2015,” kata GM UIP XII PLN Eko Priyantono, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/11/2015)

Hal ini setelah melihat kondisi riil dilapangan, dimana dari sisi pekerjaan sipil dan konstruksi telah mencapai hampir 50%. Kemudian, telah hadirnya material utama, yaitu 4 unit mesin gas produksi General Electric dengan kapasitas masing-masing 25 Mega Watt (MW), serta sejumlah progres lainnya yang telah dilakukan oleh PT PP (Persero), selaku BUMN Karya yang menjadi kontraktor utama Engineering Procurement Construction (EPC).

PLN optimistis pembangunan pembangkit yang dimulai sejak awal September 2015, telah dapat beroperasi tahap awal sebesar 50 MW pada akhir bulan Desember 2015.

Eko sore berada di lokasi pembangunan PLTG 100 MW Gorontalo. Pembangkit ini berlokasi di desa Maleo, kecamatan Paguat, kabupaten Pohuwato, propinsi Gorontalo.

“Jika tahap pertama 50 MW dari PLTG Gorontalo ini dioperasikan pada Akhir Desember 2015, maka akan menjadi pembangkit pertama dari program pembangunan pembangkit 35.000 MW yang beroperasi,” katanya.

Ia menambahkan capaian ini menjadi salah satu bukti sinergi antar BUMN yang nyata, antara PT PLN (Persero) dengan PT PP (Persero) dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia.

Site Project Manager PLTG 100 MW Gorontalo, Mochamad Ichsan dari PT PP (Persero) menyampaikan bahwa untuk lebih mendorong upaya mempercepat proses pembangunan, utamanya karena akan mulai tahapan erection, mechanical dan electrical, maka pihaknya akan menambah 150 lagi tenaga kerja, sehingga total akan menjadi sekitar 400 pekerja yang bekerja selama 24 jam non stop.

“Disampingnya tenaga kerja yang sudah ada, yang melaksanakan pekerjaan sipil dan konstruksi, minggu depan kami akan menambah lagi sekitar 150 pekerja yang akan menangani pekerjaan erection, mechanical dan electrical” jelas Site Project Manager PLTG 100 MW Gorontalo, Mochamad Ichsan dari PT PP (Persero).

Sementara itu, GM PLN Suluttenggo, Baringin Nababan yang turut hadir di lokasi proyek pembangunan PLTG 100 MW Gorontalo didampingi Manajer Pembangkitan, Mangapul Marbun dan Manajer PLN Area Gorontalo, Putu Eka Astawa, untuk menyaksikan proses pemindahan mesin pembangkit dari atas kapal tongkang usai dipindahkan dari kapal MV Fortune yang membawa mesin produksi General Electric dari pelabuhan Antwerp di Belgia.

Baringin mengatakan sistem kelistrikan Sulawesi Utara dan Gorontalo yang terhubung menjadi satu jaringan interkoneksi, dimana hingga saat ini kondisi suplai listrik masih mengalami defisit daya karena kekurangan pasokan daya pembangkit

“Tentunya sangat berharap proyek ini dapat segera beroperasi tepat pada waktunya, dimana tahap pertama 50 MW diharapkan segera beroperasi mendukung pasokan listrik untuk kebutuhan masyarakat di Gorontalo dan juga Sulawesi Utara,” kata Baringin.