Jakarta -Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perbankan, yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank BNI Tbk, PT Bank BRI Tbk menerima tugas penting dari Menteri BUMN Rini Soemarno. BUMN perbankan tersebut harus agresif untuk mendekatkan akses jasa keuangan ke masyarakat.

Salah satunya adalah untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tahun depan pemerintah sediakan anggaran Rp 100 triliun dengan bunga 9%. Syarat untuk‎ mendapatkan KUR juga diperlonggar untuk memudahkan masyarakat.

“Kita harus menyiapkan kaki-kaki di Bank BUMN. BRI, Mandiri dan BNI yang akan melakukannya,” kata Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan‎ Kementerian BUMN Gatot Trihargo di Kapal KM Kelud, Semarang, Minggu (22/11/2015)

Selain itu, para nasabah KUR juga harus digenjot ‎agar segera naik kelas ke nasabah komersial. Tercatat dalam lima tahun terakhir, hanya 7,7% dari 10 juta nasabah KUR atau sekitar 1,7 juta yang naik kelas ke nasabah skema komersial.

“Bu Menteri meminta nasabah KUR naik kelas dengan cepat jadi nasabah komersial. Targetnya minimal 10% untuk tahun depan dan 15% di 2019,” jelasnya.

Kemudian untuk PT BTN, pemerintah mendorong merealisasikan program pembangunan satu juta rumah. BTN mengalami kesulitan untuk ketersediaan dana pembangunan, sebab biaya yang dibutuhkan sangat besar.

“Setiap tahun perlu 600.000 rumah (per tahun), kalau average setiap rumah Rp 200 juta,” terang Gatot.

Cara lain adalah dengan penggunaan teknologi, agar pembangunan rumah menjadi lebih murah.

“Bisa saja dengan teknologi paling murah yang membuat rumah dari Rp 200 juta‎ menjadi sekitar Rp 100 juta. Sehingga akan ada multiplier effect yang luar biasa dan sumber dana tidak perlu banyak,” paparnya.

sumber : detik.com