Jakarta -Seringnya aksi demonstrasi yang dilakukan pekerja selama 3 tahun terakhir di Batam, Kepulauan Riau, dikhawatirkan akan merusak iklim investasi di Indonesia. Di sisi lain, Indonesia termasuk Batam harus bersaing dengan Singapura dalam menarik investasi.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, bila kondisi ini dibiarkan terus menerus, iklim investasi Batam akan terganggu. Hal itu juga dibuktikan dengan hengkangnya sejumlah perusahaan asing karena tak kuat menghadapi demo terus menerus.

“Lama-lama ini akan mengganggu. Kita akan kalah daya saing, terutama dengan Singapura. Dan justru investor di Batam itu banyak juga orang Singapura,” tutur Hariyadi kala berbincang dengan detikFinance, Rabu (8/7/2015).

Ketua Apindo Kepulauan Riau Cahya pun mengatakan, bila tak ada gangguan seperti ini, Batam bisa menjadi surga investasi bagi kalangan investor. Diketahui Batam merupakan kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone) di Indonesia.

“Padahal kalau seandainya iklim itu bisa kita jaga dengan kondusif, Batam ini surga,” tuturnya.

Demonstrasi yang terjadi membuat Batam menjadi kurang kondusif. ‎Cahya mengaku heran dengan fenomena ini. “Ini seolah Batam dibuat jadi tidak kondusif. Begitu gampang tenaga kerja itu demo,” katanya.

Dia juga mengatakan, dengan banyaknya demonstrasi dan perusahaan banyak yang hengkang, daya saing Batam sebagai tujuan investasi akan kalah dari negara lain.

“Kita banyak tetangga. Kompetitor di tingkat ASEAN banyak sekali. Kalau mereka mau pindah, itu sah-sah saja. Kalau usaha di sini nggak nyaman ya dia pindah. Tapi Indonesia masih sangat menjanjikan,” tutupnya.

sumber : Detik.com