Padang

Jalur kereta Padang-Pulau Air akan hidup kembali setelah 43 tahun berhenti beroperasi. Jalur kereta ini diharapkan bisa mendorong ekonomi dan pariwisata warga sekitar.

Bagaimana ceritanya sampai akhirnya jalur ini hidup kembali?

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatera Barat, Suranto menjelaskan proses penyelesaian reaktivasi ini memakan waktu sekitar 6 bulan.

“Jadi persiapannya sejak Juli 2019 hingga Desember 2019. Setelah proses selesai, kami juga melakukan pengujian dan assessment sampai benar-benar jalurnya layak dilewati dan dioperasikan,” kata Suranto di Stasiun Pulau Aie, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (7/3/2020).

Dia mengungkapkan selama proses reaktivasi ini pembebasan lahan menjadi kendala utama. Pasalnya jalur-jalur kereta ini sudah ditempati oleh masyarakat sekitar.

Suranto menjelaskan untuk stasiun Pulau Air ini merupakan salah satu cagar budaya yang bangunannya harus dilestarikan dan tidak boleh diubah untuk menjaga budaya dan keasliannya.

Dia menyebut kereta dari stasiun Padang sampai stasiun Pulau Aie ini bisa memudahkan masyarakat karena waktunya bisa lebih cepat dan tepat.

“Target operasinya 12 Maret ini ya, nanti selama operasional awal tarifnya nol rupiah alias gratis sampai tanggal 22 Maret 2020. Setelah itu tarifnya Rp 5.000,” jelas dia.