Jakarta -Infrastruktur jembatan apung tengah dibangun di sungai Citanduy, Cilacap Jawa Tengah. Sesuai namanya, jembatan ini akan mengapung di permukaan sungai dan berdiri tanpa tiang pancang yang menyangganya.Namun tak perlu khawatir, karena jembatan ini punya struktur khusus yang bisa menahan beban hingga berton-ton.

“Jembatan ini sifatnya modular artinya bisa dirakit. Satu kompertemen (satu blok jembatan) bisa menahan beban sampai 5 ton. Nanti rakitnya akan disesuaikan dengan rancangan beban berat yang akan ditopang. Jadi sangat kuat,” ujar Kepala Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Arie Setiadi Moerwanto, kepada detikFinance, Rabu (11/5/2016).

Dengan struktur yang kuat tersebut, jembatan apung ini bahkan bisa dilewati truk dengan muatan penuh sekalipun.

“Selain di Cilacap kita ada rencana bangun juga di Buton. Nanti truk angkut aspal dari Buton bisa lewat jembatan ini. Ini sangat kuat,” kata dia.

Infrastruktur unik ini merupakan hasil penelitian, rancang bangun yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR untuk memecahkan permasalahan kendala alam yang ada di lokasi.

Kendala tersebut adalah adanya sedimentasi alias penumpukan lumpur yang memiliki kedalaman hingga 20 meter. Kondisi tersebut membuat pembangunan jembatan dengan teknologi tiang pancang menjadi hal yang nyaris mustahil dilakukan.

“Kalau tiang pancang kan dia harus punya pijakan yang kuat. Kalau sedimentasinya saja dalamnya 20 meter, ada kekhawatiran pancangnya nggak kokoh jadi membahayakan. Kita tentu nggak mau. Makanya dipilih yang apung. Kami sudah melakukan penelitian untuk mengembangkan teknologi apung ini. Ini akan jadi yang pertama di Indonesia,” papar dia.

Pembangunan jembatan apung pertama di Indonesia ini sudah masuk tahap konstruksi. Diharapkan prosesnya bisa berlangsung cepat dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Saat ini sedang dibangun. Sedang dirakit di Majingklak. Nanti setelah selesai, dia (jembatan apung) akan ditarik dengan perahu menuju lokasi yang akan disambungkan. Di muara sungai Citanduy,” kata Arie.

Jembatan apung yang dibangun sendiri akan memiliki total panjang mencapi 40 meter, menghubungkan Desa Ujung Alang dan Desa Klaces, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Pembangunan jembatan ini awalnya adalah usulan dari Mantan Menko Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo, di 2015. Kemudian pada pada awal 2016 ini, Pusjatan (pusat Litbang jalan dan Jembatan) memulai perancangan jembatan dan langsung melakukan trial assembly jembatan apung pada Januari hingga April 2016.

sumber : detik.com